Studi Kasus Pariwisata di Indonesia, Wisata Bahari Tiada Duanya

Studi Kasus Pariwisata di Indonesia, Wisata Bahari

Pariwisata merupakan salah satu industri yang dapat memajukan pertumbuhan ekonomi di suatu negara. Hal ini terlihat dari perannya yang mampu memberi lapangan pekerjaan, pendapatan, serta standar hidup bagi masyarakat. Maka dari itu, studi kasus pariwisata di Indonesia perlu dikembangkan.

Wisata bahari dan pesisir adalah salah satu objek pariwisata dengan perkembangan yang sangat cepat.
Banyaknya potensi yang bisa dikembangkan, membuat objek wisata ini dapat dimunculkan sebagai produk
unggulan daerah. Apalagi bila dikelola dengan baik, maka dapat berpotensi menghasilkan pendapatan yang berlebih. Hal ini tentu berkaitan dengan studi kasus pariwisata di indonesia.

baca juga: Potensi Destinasi Wisata kepulauan Mentawai: Surga Tersembunyi di Sumatera Barat

Berikut merupakan strategi pengembangan dan pengelolaan wisata bahari:
1. Meningkatkan aksi promosi mengenai objek wisata bahari di berbagai media cetak maupun elektronik.
2. Meningkatkan sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang seperti wahana permainan air, kereta wisata, dan
lain sebagainya.
3. Bekerjasama dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memberikan sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat sekitar objek wisata untuk pengelolaan objek wisata.

Pengembangan dan pengelolaan pariwisata bahari ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi lokal. Selain itu, pengembangan dan pengelolaan pariwisata bahari dilakukan untuk menjadikan pariwisata bahari menjadi lebih maju dan berkembang kearah yang lebih baik dari segi apapun mulai dari sarana prasarana, keterjangkauan akses, keindahan objek pariwisata, dan lain sebagainya.

Diketahui juga, terdapat faktor pendukung dan faktor penghambat dari strategi pengembangan dan pengelolaan wisata bahari, yakni :

a. Faktor Pendukung

  • Adanya partisipasi dari masyarakat setempat.
  • Adanya kerjasama yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat setempat untuk melestarikan wisata bahari.

b. Faktor Penghambat

  • Kurangnya kepedulian dari masyarakat setempat untuk mengelola, mengembangkan, serta melestarikan wisata bahari.
  • Tidak adanya pihak swasta yang berinvestasi untuk pengembangan objek wisata bahari
  • Kurang memadainya sarana dan prasarana di sekitar objek wisata bahari.
  • Sulitnya akses menuju objek wisata bahari.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *