mostbet az casinolackyjetmostbet casinopin up azerbaycanpin up casino game

Berikut Perbedaan Infrastruktur dan Suprastruktur Pariwisata?

Desa Panglipuran, Bali

Infrastruktur dan suprastruktur pariwisata tentu berbeda. Lalu, apa perbedaannya?, berikut merupakan keterangan lebih lanjutnya.

Pariwisata adalah salah satu industri paling penting di banyak negara. Hasil studi para peneliti terdahulu menunjukkan bahwa pariwisata berpengaruh postif terhadap beberapa hal seperti pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, kualitas hidup, perkembangan budaya, dan pembangunan infrastruktur. Infrastruktur dan fasilitas adalah faktor kunci bagi pengembangan pariwisata di suatu wilayah atau negara. Menurut beberapa ahli, peran infrastruktur pariwisata adalah hal sangat vital bagi pertumbuhan ekonomi.

Lebih lanjut, salah satu faktor kunci yang mampu menarik kunjungan turis domestik maupun asing adalah adanya infrastruktur dan suprastruktur pariwisata. Infrastruktur pariwisata pada umumnya diklasifikasikan menjadi lima kateggori, yakni jalan, bandar udara, pelabuhan, stasiun, terminal, air dan sanitasi, alat telekomunikasi, serta listrik.

Selain infrastruktur pariwisata, dikenal juga suprastruktur pariwisata. Suprastruktur pariwisata didefinisikan sebagai “elemen-elemen fisik yang dirancang dan dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan turis”. Beberapa pakar membedakan antara infrastruktur pariwisata dengan suprastruktur pariwisata. Suprastruktur adalah struktur yang bergantung pada keberadaan dan kesiapan infrastruktur. Jika infrastruktur tidak ada atau belum siap, maka suprastruktur juga tidak ada. Berikut merupakan keterangan lebih lengkapnya:

baca juga: Warisan Budaya Tak Benda di Indonesia

Infrastruktur pariwisata meliputi beberapa item antara lain, fasiltas penunjang (ancillary facilities) dan fasilitas kompmenter (complementary facilities), perlengkapan, serta sistem, proses, dan sumber daya untuk membuat suatu Daerah Tujuan Wisata (DTW) menjadi berfungsi. Kemudian, berdasarkan fungsinya infrastruktur pariwisata dibedakan menjadi tiga ketegori, yaitu:

(a) Infrastruktur primer

Infrastruktur utama yang membuat Daerah Tujuan Wisata (DTW) dapat diakses oleh para wisatawan. Infrastruktur primer terdiri dari jalan, bandar udara, pelabuhan, rel dan stasiun kereta api, dan lain sebagainya.

(b) infrastruktur sekunder

Infrastruktur yang membuat DTW atau tempat wisata dikunjungi dan dinikmati keberadaannya, suasana dan nuansa, keindahan, kenyamanan, dan keunikannya. Termasuk dalam kategori infrastruktur sekunder adalah objek atau kegiatan wisata yang menjadi alasan kunjungan, layanan wisata, layanan kesehatan, dan layanan umum.

(c) suprastruktur

Suprastruktur adalah elemen-elemen fisik dan non fisik yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan turis akan akomodasi seperti hotel atau penginapan, cafe atau bar, rumah makan, sarana olahraga dan permainan (game), areal camping, sarana hiburan, dan lain-lain.

Infrastruktur pariwisata adalah rantai pasok (supply chain) wisata yang terdiri dari tiga domain yakni infrastruktur transportasi, infrastruktur lingkungan, dan infrastruktur sosial yang berkolaborasi pada level regional untuk menciptakan DTW yang dapat membangkitkan daya tarik dan minat untuk dikunjungi.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di 081232999470. 

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latest Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.