Toron Tradisi Masyarakat Madura Jelang Idul Adha

Toron Tradisi Masyarakat Madura Jelang Idul Adha – Toron adalah tradisi mudik yang dilakukan masyarakat Madura menjelang Hari Raya Idul Adha. Tradisi ini sudah turun-temurun dilakukan oleh masyarakat Madura, baik yang tinggal di Madura maupun yang merantau ke luar pulau. Tradisi ini identifk dengan kegiatan mudik yang melekat pada momen hari raya, namun bagi Suku Madura tradisi ini terjadi pada hari raya Idul Adha. 

Toron berasal dari bahasa Madura yang berati “toronan” atau “turunan” yang artinya keturunan. Arti lain tradisi Toron adalah tradisi untuk merawat keturunan keluarga. Toron biasanya dilakukan sekitar satu minggu sebelum Hari Raya Idul Adha. Masyarakat Madura yang merantau akan pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. Mereka akan membawa berbagai macam makanan dan oleh-oleh untuk dibagikan kepada keluarga dan tetangga. Selain silaturahmi dan berkumpul bersama keluarga, kegiatan pulang kampung ini juga termasuk melakukan kegiatan nyekar berkunjung ke makam keluarga untuk mendoakan para pendahulu. 

Tradisi Toron bebas dilakukan sesuai dengan motif masing-masing individu. Dengan kata lain, tradisi Toron tidak mengenal batas sosial apapun karena setiap orang memiliki ikatan dengan kampung halaman tempat dimana dia dilahirkan. Faktor pendorong migrasi atau perantauan setiap individu bukan hanya karena alasan ekonomi, namun bisa juga karena keamanan, bencana alam, pernikahan, dan sebagainya. Terlepas dari kondisi pendorong migrasi, pasti ada keinginan para migran untuk pulang kampung. Karena secara sosiologis, para migran masih memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga besar di daerah asal, bisa jadi orang tua, suami/istri, mertua, saudara dekat maupun jauh, dan kerabat lainnya. 

Kegiatan Toron biasanya dimulai dengan persiapan oleh masyarakat Madura yang akan mudik. Mereka akan mulai membereskan rumah dan membersihkan lingkungan kampung. Mereka juga akan mempersiapkan berbagai macam makanan dan oleh-oleh untuk dibagikan. Setibanya di kampung halaman, mereka akan disambut oleh keluarga dan tetangga. Mereka akan saling bermaaf-maafan dan saling mendoakan. Pada hari berikutnya, masyarakat Madura akan mulai berkunjung ke rumah keluarga dan kerabat. Toron biasanya akan berakhir pada hari H Idul Adha. Masyarakat Madura yang merantau akan kembali ke tempat tinggal mereka.

Baca juga : Analisis Potensi Koperasi dan UMKM Giripurwo

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470).

Sumber:

Djakfar, M. (2012). tRadisi toRon etnis MaduRa: Memahami Pertautan agama, budaya, dan etos bisnis. el Harakah: Jurnal Budaya Islam14(1), 34-50.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *