Tren Pariwisata Hijau Solusi Isu Lingkungan dan Keberlanjutan

Tren Pariwisata Hijau Solusi Isu Lingkungan dan Keberlanjutan – Pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi penting bagi Indonesia. Pada tahun 2022, sektor pariwisata menyumbang sekitar 3,6% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Namun, pariwisata juga memiliki dampak negatif terhadap lingkungan, seperti pencemaran udara, air, dan tanah, serta perusakan habitat. 

Indonesia saat ini tengah dihadapkan pada situasi triple planetary crisis, yaitu ancaman akibat perubahan iklim, peningkatan polusi, dan kehilangan keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, berambisi bahwa Indonesia saat ini harus melakukan transformasi pariwisata kepada pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan (pariwisata hijau) di tahun 2024. Kegiatan wisata hijau sama sekali tidak merusak alam, justru akan berbasis lingkungan. 

Pariwisata hijau (green tourism) adalah konsep pariwisata yang mengutamakan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan. Pariwisata hijau bertujuan untuk mengurangi dampak negatif pariwisata terhadap lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan diantaranya kegiatan hiking, trekking, birding atau birdwatching (mengamati burung), snorkelling, dan diving.

Pariwisata hijau (green tourism) berbeda dengan pariwisata konvensional (mass tourism), dimana pariwisata konvensional cenderung sulit untuk dikendalikan pertumbuhannya, tidak memiliki perencanaan, dan cenderung tumbuh sporadis. Hal ini dapat berdampak pada budaya lokal yang lambat laun mengikuti budaya wisatawan yang datang. Selain itu, karakteristik wisatawan yang kurang menyukai dengan daya tarik wisata budaya lokal. Sementara pariwisata hijau dikembangkan dalam pengembangan skala kecil, sehingga lebih terkendali dan terencana. Karakteristik wisatawan yaitu berkunjung secara individu atau kelompok kecil yang tertarik dengan budaya lokal, kearifan lokal, dan konservasi lingkungan. 

Tren pariwisata hijau bisa menguat jika perhatian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan yang semakin meningkat, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat, serta teknologi dalam mendukung penerapan pariwisata hijau juga berkembang. 

Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan pariwisata hijau. Indonesia memiliki berbagai destinasi wisata alam yang indah, seperti taman nasional, gunung, pantai, dan desa wisata. Selain itu, Indonesia juga memiliki masyarakat lokal yang sangat ramah dan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal.

Baca juga : Rekomendasi Wisata untuk Anak Balita

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di(0812-3299-9470)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *