Tren Pariwisata yang Mengutamakan Kesehatan Mental

Tren Pariwisata yang Mengutamakan Kesehatan Mental – Dikutip dari kemenparekraf.go.id, dalam mendukung dan mewujudkan pengalaman wisata yang berkualitas, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sedang mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dengan metode wellness tourism. Tujuannya, KEK Sanur dapat menjadi salah satu point of interest bagi wisatawan yang mencari pengalaman berwisata lebih rileks.

           Wellness tourism adalah perjalanan wisata untuk meningkatkan kesehatan fisik, emosional, dan spiritual.. Tren wisata ini tidak bisa dipisahkan dari pergeseran perilaku wisatawan yang semakin menyadari pentingnya kesehatan mental dan pengalaman spiritual pasca pandemi COVID-19. 

           Tren wellness tourism dapat menjadi solusi bagi para Gen-Z yang sedang mengalami quarter life crisis. Hal ini karena tren wellness tourism memiliki banyak aktivitas yang bisa merelaksasi jiwa dan raga seperti retret, SPA, meditasi, dan fieldtrip. Tentu, setelah melakukan aktivitas-aktivitas tersebut, diharapkan keadaan para Gen-Z menjadi lebih baik.

           Wellness tourism tentu berpotensi memberikan dampak positif bagi masyarakat dan destinasi pariwisata. Dari segi ekonomi, wellness tourism dapat meningkatkan pendapatan lokal dan menciptakan lapangan kerja baru, terutama di sektor layanan kesehatan dan kebugaran. Selain itu, tren ini berfungsi pula untuk mengatasi dampak lingkungan dan sosial. Wellness tourism berfokus pada praktik tanggung jawab yang meminimalkan jejak ekologis dan mendukung komunitas-komunitas lokal. Berikut manfaat-manfaat lain dari tren wellness tourism:

  • Peningkatan kejernihan mental: meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari memungkinkan individu untuk menjernihkan pikiran, meningkatkan fokus, dan mendapatkan kejernihan mental.
  • Peningkatan kesehatan fisik: terlibat dalam aktivitas fisik dan perawatan kesehatan dapat meningkatkan fleksibilitas dan meningkatkan tingkat kebugaran.
  • Pengurangan stres : bepergian ke tempat wisata dapat mengurangi stres secara signifikan. Terlibat dalam aktivitas relaksasi dan praktik perawatan diri membantu individu menyegarkan diri.
  • Pengenalan budaya : tren wellness tourism sering kali melibatkan interaksi dengan budaya dan komunitas lokal. Wisatawan memiliki kesempatan untuk belajar tentang praktik penyembuhan tradisional, adat istiadat setempat, dan teknik mindfulness.
  • Koneksi dan sosialisasi: tren wellness tourism dirancang untuk partisipasi kelompok, memupuk koneksi, dan persahabatan di antara para individu yang memiliki bakat dan minat yang sama.

Baca juga : 5 Desa Wisata Favorit yang ada di Kota Yogyakarta

Kami selaku konsultasi pariwisata mengucapkan terimakasih kepda instansi tekait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi para pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat. Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungu admin kami di (0812-3299-9470).

Tags:

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latest Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.