Ekowisata Mangrove Tahura Ngurah Rai Bali – Tahura Ngurah Rai berada di dua daerah, yaitu Kabupaten Badung dan Kota Denpasar dengan luas 1.373,5 hektar. Lokasi Tahura Ngurah Rai ini sangat strategis karena berada di sepanjang jalan by pass yang melintang dari jalur wisata Sanur, Benoa, Tuban, hingga Nusa Dua. Kawasan Ekowisata Mangrove Tahura ini memiliki konfigurasi datar dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Lerengnya menurun ke arah timur dengan ketinggian 0-2 meter di atas permukaan air laut. Berdasarkan susunan geologinya, kawasan ini dibentuk oleh batuan sedimen aluvial dengan jenis batuan undak dan terumbu karang.
Tahura Ngurah Rai menjadi taman hutan satu-satunya di Bali. Tahura ini memiliki kekayaan flora dengan aneka jenis mangrove dan kekayaan fauna yang beragam dengan habitat fauna khas pesisir. Tahura Ngurah Rai terbuka untuk beragam kegiatan, termasuk kegiatan ekowisata. Jika ingin menjelajah Tahura Ngurah Rai, terdapat jalan panggung sepanjang 1,8 km yang membelah hutan bakau.
Kawasan Tahura Ngurah Rai merupakan muara dari berbagai sungai, seperti Sungai Ngenjung, Sungai Punggawa, Sungai Buji, Sungai Sama, Sungai Nangka, dan Sungai Pemutih. Sungai besar akan mengalirkan air sepanjang tahun, sementara anak sungai dan sungai kecil mengalirkan tanah yang terbawa oleh banjir dari Selatan Denpasar dan membuangnya di bagian Utara Teluk (Sutiarso dkk, 2023).
Baca juga : Kawasan Ekowisata Bahari Taman Laut Bunaken
Dilansir dari mongabay.co.id, Tahura Ngurah Rai memiliki 33 jenis mangrove, dimana jenis mangrove paling dominan adalah perapat atau pidada putih (Soneratia alba). Keberadaan vegetasi di Tahura Ngurah Rai ini memberikan peran yang besar terhadap perlindungan dan sumber makanan bagi berbagai jenis hewan dalam kawasan ini. Jenis fauna yang berada di Tahura Ngurah Rai meliputi beberapa jenis ikan dan burung yang dapat hidup di hutan mangrove. Menurut hasil survei kawasan hutan Prapat Benoa Bali (1987) dalam Sutiarso dkk (2023), terdapat 14 jenis ikan di kawasan Tahura ini, yaitu bandeng, kakap, kepiting, dan udang. Sementara fauna lain yaitu berbagai jenis burung yang memanfaatkan hutan mangrove sebagai tempat mencari makan, tempat bersarang dan beristirahat, serta tempat persinggahan bagi burung migran.
Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470..
Sumber:
Sutiarso, M. A., Suprapto, I. N. A., & Pantiyasa, I. W. (2023). Eksistensi Ekowisata Mangrove Di Tahura Ngurah Rai Bagi Pembangunan Kepariwisataan Bali. EDUTOURISM Journal Of Tourism Research, 5(02), 230-240.

No responses yet