Wisatawan Mancanegara Asia Tenggara Berperan dalam Sektor Pariwisata Indonesia

Wisatawan Mancanegara Asia Tenggara Berperan dalam Sektor Pariwisata Indonesia – Pandemi telah berlalu, sektor pariwisata Indonesia kini berada pada kondisi pemulihan pasca pandemi Covid-19. Sektor pariwisata Indonesia diprediksi akan terus meningkat menuju kepada pencapaian sebelum pandemi Covid-19. UNWTO mencatat bahwa wisatawan mancanegara tumbuh hingga 86% atau mencapai 235 juta perjalanan internasional pada triwulan I 2023. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan Indonesia pada bulan Januari hingga November 2023 yaitu sebanyak 10.409.410 kunjungan. Kondisi ini mengalami peningkatan 110,86% dari rentang bulan yang sama di tahun sebelumnya. Data kunjungan tersebut diperoleh dari kunjungan wisatawan berdasarkan pintu masuk wisatawan mancanegara yang berasal dari pintu udara, pintu laut, dan pintu darat. Peningkatan kunjungan ini utamanya tercatat pada pintu bandara Ngurah Rai dan Soekarno Hatta, dimana masing-masing mengalami peningkatan sebesar 168,25% dan 119,19%. Asal wisatawan mancanegara yang paling banyak berkunjung didominasi dari Malaysia (15,45%), Singapura (12,86%), Australia (12,76%), Tiongkok (8,23%), dan Timor Leste (6,77%). 

Dalam upaya mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melakukan expert survey terhadap 84 pakar dan pimpinan dari kalangan akademisi, pemerintah, dan industri dalam menyusun “Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Tahun 2023/2024”. Hasil expert survey menyebutkan bahwa sebanyak 76,19% pakar menilai bawah kondisi pariwisata Indonesia saat ini tengah menuju pemulihan yang ditunjukkan dari sejumlah aspek yang belum sepenuhnya pulih (Kemenparekraf, 2023). 

Sumber: Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia 2023/2024

Selain itu, terkait dengan kunjungan wisatawan mancanegara, 71,79% pakar percaya bahwa pasar Asia Tenggara merupakan pasar yang dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia, disusul setelahnya pasar Asia Timur (66.67%), Timor Leste, dan negara-negara laut Pasifik (41,03%). Dalam konteks kunjungan wisatawan mancanegara, Tiongkok, Malaysia, dan Australia dinilai sebagai negara-negara yang paling potensial dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia menurut pandangan para pakar. Harapan besar tertuju pada pasar-pasar ini untuk menjadi pendorong utama dalam membangkitkan industri pariwisata tanah air.

Baca juga : Wisata Jodipan Malang Pesona dan Keindahan Sebuah Kampung

Meskipun masih dihadapkan pada beberapa tantangan, seperti adaptasi terhadap keadaan pasca pandemi dan perubahan tren perjalanan, optimisme terpancar dari pemulihan yang terus berlangsung. Pemerintah dan para pemangku kepentingan di sektor pariwisata diharapkan terus berkolaborasi untuk menciptakan inovasi, menawarkan pengalaman wisata yang aman dan menarik, serta menjaga keberlanjutan dalam upaya membangun kembali kejayaan pariwisata Indonesia.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di (0812-3299-9470).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *