Analisis Potensi dan Daya Dukung Fisik Berbasis Gis Di Desa Pupuan, Gianyar

Desa Pupuan memiliki potensi daya tarik wisata berupa hamparan persawahan, nuansa    pedesaan, karakter permukiman tradisional, dan aktifitas budaya yang dapat dikembangkan menjadi produk wisata unggulan. Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Gianyar, kawasan yang memiliki potensi pertanian harus disinergikan dengan pengembangan wisata dengan pola pendekatan desa wisata yang berkelanjutan. Penurunan jumlah kunjungan wisatawan, tidak serta merta meredupkan pariwisata di Provinsi Bali.  Hal ini terlihat dari semakin berkembangnya destinasi pariwisata berbasis alam dan kawasan pedesaan seperti Kintamani dan Bedugul. Saat ini destinasi tersebut memiliki trend kunjungan wisata yangcukup massif, berbagai jenis produk wisata dibangun oleh masyarakat lokal untuk memenuhi kebutuhan wisatawan seperti camping dan glamping, coffee shop, villa, hotel, restaurant, termasuk juga atraksi wisata baru. Berkembangnya tren pariwisata pedesaan menyebabkan semakin banyak desa-desa wisata yang mulai berbenah untuk mengelola destinasi yang mereka miliki sebagai upaya memperbaiki ekonomi pedesaan.

Konsep wisata yang memanfaatkan karakter pedesaan sebagai daya tarik wisata yang dilandasi dengan paradigma konservasi dan kegiatan pertanian dapat diwujudkan secara lebih baik dengan memadukan konsep CBT berbasis GIS (Geographic information System). Kondisi fisik wilayah, persebaran daya tarik wisata, dan fasilitas penunjang dapat dipetakan dengan menggunakan teknologi GIS. Merujuk pada SK Bupati Gianyar, No. 18/E-02/HK/2021, jenis jenis DTW yang terdapat di Desa Pupuan diklasifikasikan menjadi wisata alam, wisata buatan, aktifitas wisata, dan wisata edukasi. Keberadaan potensi DTW ini selanjutnya dikonfirmasi dengan wawancara kepada Wayan Sumatra (Kepala Desa Pupuan), Agung Alit (Ketua Pokdarwis Desa Pupuan), dan pelaku wisata di Desa Pupuan.

Persebaran DTW yang ada di wilayah penelitian ini cukup beragam jika dilihat dari sisi kategori jenis wisatanya.  Sedangkan jika dilihat dari sisi kewilayahan, persebaran DTW masih terkonsentrasi di Banjar Timbul, hal  ini  tidak  lepas  dari  karakter  wilayah yang sebagian  besar  didominasi  oleh  persawahan,  sungai,  dan morfologi  kawasan  yang unik sehingga menghasilkan asset vistayang sangat menarik untuk dilihat. Tercatat lebih dari 90% persawahan di Desa   Wisata Pupuan   terletak di Banjar Timbul. Selain itu perkembangan produk wisata di Banjar Timbul sangat pesat jika dibandingkan dengan banjar lainnya.  Bahkan saat ini Banjar Timbul sudah dibranding sebagai salah satu kampung wisata karena secara SDM mereka memiliki banyak pelaku wisata yang membangun dan menyediaan produk wisata di banjar mereka. Beberapafasilitas penunjang wisata yang sudah cukup berkembang di banjar ini  meliputiBatan  Nyuh Camping & Reatreat, Ubud Horse Stable, Thantha Serenity Resort, Madupura Timbul Villas, Villa Paramitha, Warung Prapen, danWana Ayu Jelijih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *