MANAJEMEN PARIWISATA HALAL (Sebuah Review Menggunakan Analisis Bibliometrik)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memetakan penelitian terkait pengembangan riset Manajemen Pariwisata Halal. Analisis difokuskan pada menggambarkan karakteristik dan tren kata kunci, penulis, dan jurnal. Data yang dianalisis adalah 191 publikasi penelitian dengan menggunakan metode statistik deskriptif dan analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer. Penelitian dengan tema Manajemen Pariwisata Halal telah meningkat setiap tahun. institusi paling terkenal adalah Department of Management, Marketing and Entrepreneurship University of Canterbury, dan penulis terbanyak yaitu Al-ansi A, dan Prayag G. Negara Indonesia menerbitkan makalah bertema Manajemen wisata halal terbanyak dibandingkan dengan negara lain. Sementara itu, kata kunci yang digunakan dalam penelitian ini sering muncul lebih dulu, yaitu “Halal Tourism”. Kemudian di tempat kedua, ada “Halal” dan kata ketiga adalah “Tourism”. Penelitian ini memberikan informasi bagi peneliti yang berfokus pada penelitian di bidang Pariwisata Halal. Pada akhirnya, topik ini memiliki potensi untuk berkembang.

Pariwisata halal adalah pariwisata yang sesuai dengan Islam, dijalankan dalam rangka menyediakan kebutuhan wisata bagi pemeluk agama Islam yang sesuai dengan kebiasaan agama pribadi mereka saat bepergian (Carboni, Perelli & Sistu, 2017). Pariwisata halal bukan merupakan wisata yang ekslusif untuk orang muslim saja. Karena, baik muslim maupun non muslim semuanya dapat menikmati pelayanan berdasarkan nilai-nilai syariah dan wisata halal juga tidak hanya destinasi ziarah dan religi tetapi juga mencakup destinasi lainnya yang menjamin ketersediaan fasilitas pendukung seperti restoran dan hotel yang menyediakan makanan halal dan juga tempat ibadah (Sari, Safitri & Anggraini, 2019). Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang sangat potensial dalam meningkatkan perekonomian suatu negara (Albayan, 2019) karena pariwisata sebagai salah satu pendapatan yang dinilai mampu mendatangkan devisa bagi negara. Menurut World Travel and Tourism Council, pada tahun 2017 kontribusi pariwisata terhadap produk domestik bruto sebesar USD 2,5 triliun (3,2% dari total PDB). Angka ini diperkirakan akan meningkat sebesar 4,0% pada tahun 2018 dan sebesar 3,8% per tahun menjadi USD 3,8 triliun (3,6% dari total PDB) pada tahun 2028 (World Travel and Tourism Council, 2018). Dalam pasar pariwisata, segmen wisata halal menjadi sektor yang menjanjikan untuk berbagai negara di dunia. Menurut Crescent Rating (2019), segmen ini tumbuh karena peningkatan populasi Muslim (Crescent Rating, 2019).

Halal diidentifikasi sebagai segala sesuatu yang diperbolehkan menurut syariah atau nilai Islam (Zakaria & Abdul-Talib, 2010). Pariwisata berbasis Islam merupakan sebuah perjalanan wisata yang diikuti oleh motivasi kegiatan keagamaan dan berasal dari motivasi Islam (Jaelani, 2017). Salah satu contoh dari objek wisata halal adalah Masjid Istiqlal yang akan dikembangkan sebagai destinasi wisata religi di Indonesia. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari lengkapnya fasilitas yang ramah terhadap muslim di Kota Jakarta. Dimana setidaknya ada 510 hotel dengan sertifikat halal dan 5 hotel tipe syariah di kota ini (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, 2021). Sedangkan untuk Indonesia, wisata halal sendiri dikembangkan menjadi program nasional oleh Kementerian Pariwisata dan telah ditetapkan 15 (lima belas) provinsi menjadi fokus pengembangan destinasi wisata muslim unggulan yang diberikan otonomi oleh kementerian pariwisata untuk mengelola potensi wisata di daerahnya masing-masing. Hal ini bertujuan agar masing-masing provinsi dapat mengembangkan potensi wisata halalnya masing-masing untuk menjadi unggulan dan menjadi destinasi favorit wisata halal di Indonesia (Ramadhani, 2021). Menurut El-Gohary (2016) pariwisata halal adalah salah satu segmen yang paling cepat berkembang di pasar pariwisata. Mohsin, Ramli, dan Alkhulayfi (2016) mendefinisikan pariwisata halal sebagai penyediaan produk atau layanan pariwisata yang memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim, baik dalam penyediaan fasilitas ibadah maupun akomodasi yang sesuai dengan ajaran Islam.

Sementara itu, Battour dan Ismail (2016) menyatakan bahwa dalam pengembangan dan pemasaran dalam destinasi pariwisata halal harus berpedoman pada penerapan ajaran dan prinsip Islam (Battour & Ismail, 2016). Melihat fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk mengkaji lebih luas terkait perkembangan manajemen pariwisata halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peta pengembangan penelitian terkait manajemen wisata halal dengan menggunakan pendekatan analisis bibliometrik. Hal-hal yang dipaparkan dalam analisis ini terkait dengan tahun terbit, pengarang, kata kunci, dan jurnal yang menerbitkan makalah terkait manajemen wisata halal. Penelitian ini juga mencari dan mengidentifikasi berbagai indikator yang dapat digunakan untuk membangun indeks wisata halal.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Kata kunci: Konsultan pariwisata, kajian pariwisata, RIPPARDA, Bisnis Plan.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *