Penelitian Pariwisata – Pengembangan kepariwisataan didaerah merupakan pilar pembangunan daerah yang menduduki posisi penting karena memberikan kontribusi pada penerimaan PAD, penyerapan investasi dan tenaga kerja, serta pengembangan wilayah. Usaha memperbesar pendapatan asli daerah (PAD) dan untuk dapat memperoleh sumbangan besar bagi pembangunan ekonomi daerah maka program pengembangan dan pemanfaatan sumber daya dan potensi pariwisata daerah perlu ditingkatkan. Sebagai pergerak perekonomian daerah maka kepariwisataan seharusnya mendapatkan prioritas karena akan dapat menumbuhkan sektor-sektor pendukung pariwisata yaitu transportasi, pedangan yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Sejalan dengan fungsi kepariwisatan sebagaimana tercantum dalam pasal 3 UU nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan (UU Kepariwisataan). Sektor kepariwisataan juga menunjukkan tren pertumbuhan yang pesat yang dibuktikan dengan meningkatnya angka kunjungan wisatawan baik wisatawan domestic maupun wisatawan mancanegara. Kaitan antara UMKM dengan pariwisata ini telah tertuang prinsip penguatan, perlindungan, dan prinsip pemberdayaan UMKM. Sebagaimana yang tercantum dalam pasal 17 UU Kepariwisatan, yang menyatakn bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib mengembangkan dan melindungi usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dan koperasi dalam bidang usaha pariwisata.
Selain itu, wisata kuliner pada masa saat kini berkembang sangat pesat. Tidak dapat dipungkiri, pada dasarnya makan dan minum merupakan kebutuhan pokok manusia. Dengan perkembangan zaman, makan dan minum tidak hanya sebagai kebutuhan pokok tapi juga menjadi salah satu tujuan dalam kegiatan pariwisata. Tidak hanya beragam jenisnya, kelezatan kuliner Indonesia juga telat diakui oleh dunia (CNN, 2017).
Baca Juga : Rintisan Kelurahan Budaya Purbayan
Madhang Maning Park merupakan salah satu destinasi wisata baru berbasis sentral kuliner atau UMKM di Kecamatan Purwokerto Timur Kawasan Kota baru Purwokerto Kabupaten Banyumas. Madhang atau madang merupakan istilah Bahasa jawa disebut orang Indonesia sebagai “makan”. Madhang Maning dibangun dari dana pemulihan Ekonomi nasional (PEN), yang dimana pelaksanaan pembangunan tersebut saat ini berjalan 95 persen. Selain itu dengan melalui alokasi anggaran pemulihan Ekonomi nasional (PEN), pemerintah Kabupaten (Pemkab) banyumas pengembangan area wisata baru ditiga lokasi. Dengan proses pembangunan yang telah dimulai pada Agustus tahun 2021 kemarin dan hampir selesai awal tahun 2022, kegiatan pembangunan pun ditiga lokasi, proses pembangunan dilakukan disepanjang di Jalan baru Ir. Soekarno, Taman Balai Kemambang, dan Baturraden. Di kawasan wisata terpadu modern di Jalan baru Ir. Soekarno dibangun menara pandang setinggi 117 meter, convention hall, sentra kuliner dan UMKM atau Madang Maning Park, dan landscape serta Plaza Soekarno. Dimana madhang maning park dikelola langsung oleh pemerintah daerah.
Madhang maning dibangun dengan view persawahan dengan luas 0,9 hektar dari konservasi lahan pertanian pangan. Dimana terdapat dua bagian foodcourt dari sisi kiri dan kanan. Selain itu fasilitas meja dan kursi makan sudah tersedia. Madhang Maning Park dibangun 2 lantai dengan bentuk desain rumah padang, dibagian bawah bangunan dipergunakan sebagai resto yang berskala besar dan dibagian atasnya dibangun dengan resto berstandar kecil dan bagian tengah arah masuk terdapat lokel penjaga Kawasan.
Logo Madhang Maning Park adalah sebagai berikut:
- Sendok dan garpu yang membentuk Facade Madhang Maning Park (MMP) mempresentasikan MMP merupakan sebuah wisata kuliner.
- Langit, Awan, dan Matahari yang membentuk piring mengimplementasikan bahwa MMP adalah taman bermain sekaligus foodcourt outdoor.
- Pohon dan Warna Hijau mengimplementasikan bahwa MMP adalah taman bermain sekaligus fooudcourt outdoor yang nyaman, aman, sejuk, dan asri
Melihat potensi pasar yang ada di Madhang Maning Park ini memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan menjadi lokasi wisata milenial yang sesuai dengan kebutuhan pasar (lokasi yang instagramable dengan beragamnya kuliner serta atraksi wisata air). Terlebih, Kabupaten Banyumas ini didominasi oleh wisatawan lokal sehingga diperlukan altenatif atraksi wisata baru untuk menikmati wisata kuliner. Adanya penetapan dalam target market dan aktivitas wisata di Madhang Maning Park ini dapat menciptakan potensi profit yang tinggi melalui penguatan optimasi sumber daya manusia (SDM) dengan mengerakan seluruh para pemangku UMKM dan PKL yang ada dalam jumlah yang lebih besar untuk menjadi wisata yang kreatif. Maka dari itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa lokasi Madhang Maning Park sangat potensial dan layak untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata sentral kuliner dan meningkatkan potensi sumber daya manusia melalui UMKM kulinernya. Secara eksisting daya tarik wisata Madhang Maning Park dibangun dengan menggunakan konsep rumah padang dengan rancangan yang telah memperhitungkan berbagai hal.

No responses yet