Peran Masyarakat dalam Menarik Minat Kunjungan Wisatawan di Kampung Adat Prailiu, Sumba Timur

Pariwisata merupakan suatu kegiatan yang secara langsung melibatkan masyarakat sehingga membawa berbagai dampak terhadap masyarakat lokal. Pariwisata dapat diartikan sebagai energi pendorong bagi pembangunan di suatu daerah yang melibatkan masyarakat setempat. Peran masyarakat dalam pengembangan pariwisata sangat penting karena peran masyarakat adalah suatu media guna memperoleh atau mendapatkan informasi mengenai kebutuhan, kondisi dan sikap masyarakat tanpa adanya masyarakat program pengembangan pariwisata tidak akan berjalan maksimal.

Kampug adat prailiu merupakan salah satu kampung ygang masih asri dan terkenal akan kekhasan bangunan rumah, tradisi unik dan kerajinan kain yang terletak di Kota Waingapu. Keunikan kampung adat ini merupakan salah satu potensi yang bisa dikembangkan sebagai daya tarik wisata yang mampu menunjang pengembangannya sebagai destinasi pariwisata, tradisi danbudaya masyarakat lokal, sehingga mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung.  Kampung adat ini memiliki keaslian dan kekhasan yang masih kuat, dalam hal ini ditunjukkan adanya rumah adat yang disebut dengan uma mbatang dan uma hori, batu kubur mega, dan kain tenun.

Kampung adat priliu juga memiliki keunikan tradisi budaya yang masih dilestarikan hingga saat ini. terdapat sekitar 4 jenis tradisi budaya yang masih eksis dijalankan, yaitu;

  • Tradisi Belis, yaitu acara pemberian atau penyerahan hewan (biasanya kerbau atau kuda) dari pihak calon pengantin laki-laki kepada pihak calon pengantin perempuan.
  • Marapu, merupakan sebuah agama atau kepercayaan lokal yang dianut masyarakat di Pulau Sumba. Lebih dari setengah penduduk Sumba memeluk agama yang memuja arwah nenek moyang atau leluhur dan juga nama sebuah organisasi penghayat kepercayaan yang didaftarkan pada tahun 1982. Agama marapu merupakan akar dari sistem sosial, politik dan nbudaya Sumba.
  • Tradisi pasola, merupakan puncak dari rangkaian upaya tradisional yang dilakukan orang Sumba yang masih menganut Agama asli Marapu. Karena sebelum pasola harus dimulai dengan ritual adat penangkapan nyale atau mencari cacing di Lau adalah tradisi yang wajib dilakukan untuk mendahului tradisi pasola.
  • Seni tari, sumba Timur memiliki ragam tarian dengan makna yang bervariasi, misalnya, tari Kandingang yang dimainkan oleh penari perempuan dengan menggunakan rumbai-rumbai yang terbuat dari ekor kuda atribut menarinya. Tarian ini sering ditampilkan di berbagai acara seperti acara adat, perkawinan, penyambutan tamu dan acara lainnya.

Disini masyarakat berperan untuk mendukung segala kegiatan, menjaga kebersihan lingkungan dan berkontribusi dalam pembangungn. Pengikutsertaan masyarakat dalam pengambilan keputusan berguna untuk melakukan pertukaran pendapat mengenai keperluan masyarakat dari adanya Destinasi Wisata, dan juga untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang muncul dalam proses pengembangan destinasi wisata.

Peran masyarakat dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Peran yang dilakukan secara langsung, baik perseorangan maupun bersama-sama yang secara sadar ikut membantu program pemerintah dengan inisiatif dan kreasi mau melibatkan diri dalam kegiatan pengusahaan pariwisata atau melalui pembinaan rasa ikut memiliki dikalangan masyarakat. Dalam hal ini masyarakat di Kampung Adat Prailiu sudah mulai berperan dalam kegiatan pariwisata dengan cara mengaplikasikan semua gagasan dan kebijakan yang sudah dikeluarkan, baik dalam menjaga lingkungan destinasi wisata supaya tetap aman dan bersih, pembangunan sarana dan lainnya.

Dalam menjaga kealamian desa, masyarakat kampung adat prailiu mempunyai cara dengan tetap melakukan tradisi daerah seperti ritual hamayang (doa kepada leluhur), penguburan, pernikahan sesuai adat sumba, dan masyarakat juga melakukan beberapa kegiatan seperti menjadi fotografer dan guide lokal yang fungsinya menjelaskan sejarah kampung adat prailiu.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *