Perlengkapan Saparan Joyokusumo dan Makna Simboliknya

Tumpeng kuning

Perlengkapan utama atau ubarampe Saparan Joyokusumo berupa sesaji. Sesaji merupakan lambang atau simbol asal mula kehidupan, terjadinya seluruh isi alam semesta ini, mengingatkan pada perjalanan hidup manusia. Adapun macam-macam sesaji Saparan Joyokusumo dan maknanya antara lain sebagai berikut

  • Golong, nasi putih yang dibentuk bulatan agak besar, melambangkan gumolonging atau ‘bersatunya tekad’ rasa, karsa dan cipta semua warga masyarakat Kalurahan Kalirejo pada umumnya dan masyarakat Dusun Sengir dan Papak pada khususnya.
  • Golong milang rakyat, yaitu nasi golong yang jumlahnya sesuai dengan jumlah jiwa dalam keluarga. Adapun maknanya agar supaya jiwa sebrayat atau sekeluarga bisa kukuh dan selamat.
Tumpeng

Tumpeng

 

  • Tumpeng,  berupa  nasi berbentuk kerucut atau gunung.  Gunung yang berbentuk kerucut itu menurut kepercayaan adalah tempat dewa atau makhluk yang sangat dihormati. Tumpeng mempunyai makna yang dimaksudkan sebagai ucapan terima kasih segenap warga masyarakat Kalurahan Kalirejo pada umumnya dan masyarakat Dusun Sengir dan Papak pada khususnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Tumpeng mempunyai makna bahwa di dunia ini ada penguasa yang paling tinggi yaitu  Tuhan  Yang  Maha  Kuasa,  yang  menciptakan  dunia  dan  seluruh isinya.
  • Tumpeng alus berupa nasi berbentuk kerucut atau gunung tanpa lauk pauk, melambangkan sebuah pengharapan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa supaya permohonan seseorang dapat diluluskan semua.
Tumpeng kuning

Tumpeng kuning

 

  • Tumpeng kuning berupa nasi kuning berbentuk kerucut atau gunung.

Warna kuning atau emas melambangkan kekayaan dan kemakmuran, diharapkan dengan membuat tumpeng kuning maka akan lebih banyak mendapatkan kemakmuran, kesejahteraan, kekayaan dan keberhasilan dalam segala hal.

  • Wedhus atau menda ‘kambing’ merupakan sesaji pokok dalam Perlengkapan Saparan Joyokusumo, mempunyai makna pengorbanan bagi segenap warga masyarakat Kalurahan Kalirejo pada umumnya dan masyarakat Dusun Sengir dan Papak pada khususnya.
Menda atau wedhus (kambing) sesaji

Menda atau wedhus (kambing) sesaji

 

  • Ingkung ayam yaitu  ayam  utuh  yang  dimasak  dengan  santan  dan dibumbui tidak pedas, sehingga terasa gurih. Ingkung ayam merupakan perlengkapan   sega   wuduk.   Ingkung   ayam   melambangkan   manusia ketika masih bayi belum mempunyai kesalahan. Dalam Saparan Joyokusumo ingkung disajikan dengan maksud untuk menyucikan seluruh warga masyarakat Kalurahan Kalirejo pada umumnya dan masyarakat Dusun Sengir dan Papak pada khususnya atas segala kesalahan baik itu yang disengaja maupun tidak disengaja.
  • Jenang mancawarna, yaitu  jenang  yang  terdiri  atas  7  (tujuh)  macam warna,  yaitu:  merah,  putih,  kuning,  hijau,  slewah,  palang  dan  hitam. Jenang merah melambangkan keberanian, putih melambangkan kesucian, kuning melambangkan keagungan, hijau melambangkan pengharapan, slewah melambangkan dua hal, palang melambangkan penghalang, dan hitam melambangkan tujuan.
jenang

Jenang mancawarna dan kembang telon

 

  • Kupat lepet, mempunyai  makna  bahwa  warga  masyarakat  Kalurahan Kalirejo memohon  maaf kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
  • Kembang telon,  yang   terdiri   atas   bunga:   kanthil,   mlathi,   mawar dilengkapi dengan lenga wangi, rokok putih, mempunyai makna bahwa semua   karya   segenap   warga   masyarakat   Kalurahan   Kalirejo   pada umumnya dan masyarakat Dusun Sengir dan Papak pada khususnya yang sudah dilaksanakan selalu semerbak harum dan hasil yang diharapkan dapat tercapai.
  • Toya pethak (air putih) merupakan lambang kesucian, yang mempunyaimakna agar segenap warga masyarakat Kalurahan Kalirejo pada umumnya dan  masyarakat  Dusun  Sengir  dan  Papak  pada  khususnya selalu bersih, baik lahir maupun batin.
  • Lelawuhan ‘lauk-pauk’, yang  terdiri  antara  lain:  bakmi,  tempe,  peyek, tahu, krupuk, gereh, perkedel, thontho, edhong dadar, endhog ceplok, endhog godhog, kelan (sayur) dan makanan kering lainnya, untuk sesaji Sapara Joyokusumo ini seadanya, lauk-pauk merupakan pelengkap, mempunyai   maka   pengharapan   agar   apa   yang   dihajadkan   dapat tercapai.
  • Sega wuduk, yaitu nasi putih yang diberi santan garam dan daun salam, sehingga rasanya gurih. Sega wuduk ini juga sering disebut sega gurih. Sega wuduk ditujukan untuk Kanjeng Nabi, oleh sebab itu disebut sega rasul. Maksud dari  sega  rasul  ini  untuk  keselamatan  Kanjeng  Nabi beserta  keluarga  dan  sahabat-sahabatnya,  sehingga  keselamatan tersebut dapat menular kepada penyelenggara dan peserta Saparan Joyokusumo.
  • Endhog atau   telur,   sebagai   lambang   dari   “wiji   dadi”   atau   benih terjadinya manusia.
  • Ketan mempunyai makna untuk mengirim leluhur mereka yang telah meninggal. Mudah-mudahan dekat dengan Tuhan dan diberi ampun segala dosa-dosanya.
  • Kolak mempunyai makna untuk menolak segala perbuatan jelek, dan agar selalu dekat dengan Tuhan Yang Maha Kuasa.
  • Apem melambangkan doa   yang   dikirimkan   kepada   arwah   leluhur mereka  yang  telah  meninggal  dunia  supaya  arwahnya  diterima  oleh Sang Pencipta.
  • Pisang raja,     sebagai     lambang     manusia     yang     mendambakan kesejahteraan, kemakmuran dan keluhuran seperti raja serta selalu mendapatkan terang ke arah kebahagiaan.
  • Tukon pasar atau jajan pasar yang terdiri dari jadah, jenang,wajik, tape, roti dan sebagainya serta buah-buahan merupakan pelengkap sesaji Saparan Joyokusumo memilki  makna  sebagi  sedhekah  untuk keselamatan hidup, sebagai pengharapan agar manusia melakukan serawung atau bergaul dengan orang lain. Jajan pasar melambangkan kemakmuran. Dalam jajan pasar ini sering diletakkan uang senilai satus atau seratus rupiah, yang melambangkan permohonan manusia kepada Tuhan agar orang yang memilki hajat terbebas dari segala dosa.

Itulah perlengkapan Saparan Joyokusumo. Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat. Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three + thirteen =

Latest Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.