Potensi dan Profil Desa Wisata Gunung Gajah Kabupaten Klaten

Desa Gunung Gajah terletak di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Desa Gunung Gajah berjarak 5 km dari pusat pemerintahan kecamatan, 18 km dari Kota/Kabupaten dan 145 km dari ibukota provinsi. Desa Gunung Gajah berbatasan dengan:

  1. Sebelah utara berbatasan dengan Desa Tawang rejo
  2. Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Dukuh
  3. Sebelah barat berbatasan dengan Desa Kebon
  4. Sebelah timur berbatasan dengan Desa Tegalrejo

Desa ini diberi nama dengan Gunung Gajah karena pada zaman dahulu sistem pemerintahanya adalah kerajaan. Di Desa Gunung Gajah sendiri terdapat binatang gajah asli karena kesaktian raja pada masa itu gajah tersebut dikutuk menjadi arca gajah yang besarnya menyerupai gunung, maka kemudian dinamakan Gunung Gajah. Pada masa tersebut, Desa Gunung Gajah diramal akan maju dimasa yang akan datang jika dalam bahasa atau istilah Jawa “Rejaning Zaman” artinya yang pada mulanya sepi kemudian akan menjadi ramai.

Masyarakat Desa Gunung Gajah mayoritas adalah suku jawa. Meskipun lokasinya jauh dari perkotaan, hal ini tidak menjadi ksuatu kesulitan dalam hal mencari bahan makanan, kebutuhan air maupun listrik. Mata pencahariannya dari sektor pertanian dan industri rumah tangga. Sektor pertanian masih berperan penting di Desa Gunung Gajah dalam perihal pertanian lebih memilih menanam padi dan beberapa tanaman palawija.

Obyek wisata Bukit Cinta Watu Prahu terletak di Desa Gunung Gajah, kecamatan Brayat, Kabupaten Klaten.  Desa ini mendadak ramai setelah dipermak sedemikian rupa dengan sentuhan kreativitas. Pengunjung akan disuguhkan dua pemandangan alam yang menarik yaitu menawarkan pesona bukit dan Watu Prahu. Di tempat ini wisatawan dapat menikmati keindahan Kota Klaten dari ketinggian. Sebelum menanjak menuju puncak Bukit Cinta yang tak kalah menarik untuk dinikmati. Taman dengan beragam pohon rindang yang menyejukkan dan wahana permainan yang disediakan secara gratis dan berbayar bisa dimanfaatkan untuk anak-anak dan santai bersama keluarga.

Watu Prahu sendiri adalah batu besar yang berbentuk seperti perahu terbalik, batu ini dipercaya oleh warga setempat sebagai saksi bisu legenda Roro Denok dan Jaka Tua. Pada saat itu Jaka Tua menyukai Roro Denok dan ingin menikahinya namun Roro Denok tidak menginginkan itu. Roro Denok memberikan syarat kepada Jaka Tua apabila ingin menikahinya yaitu dengan membuatkan perahu yang diisi penuh dengan koin emas dan hewan ternak namun diselesaikan dalam waktu satu malam.

Selain itu terdapat juga daya tarik wisata Bukit Cinta di Desa Gunung Gajah tersebut. Bukit tersebut memiliki pesona alam yang asri, wisatawan dapat melihat pohon cemara tumbuh menjulang keatas di sepanjang jalan setapak menuju puncak bukit. Bukit tersebut adalah milik perhutani sehingga dalam setiap pengembangan atau pembangunan obyek harus memiliki izin Perhutani. Namun hal tersebut tidak menjadi kendala bagi pengelola. Obyek wisata Bukit Cinta Watu Prahu dikelola oleh BUMDes (badan Usaha Milik Desa) dengan dibantu karangtaruna dan warga setempat.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Kata kunci: Konsultan pariwisata, penelitian pariwisata, kajian pariwisata

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *