Skala Likert dalam Penelitian Pariwisata

Skala   Likert   semakin   memperoleh tempat di kalangan peneliti yang berkeinginan    untuk    mengukur    sikap seseorang   terhadap   sesuatu   (Neuman, 2011;   Pituch   &   Stevens,   2016).   Untuk bidang pariwisata, kuesioner Skala Likert banyak  digunakan  dalam  berbagai  topik penelitian. Berdasarkan penelusuran secara daring terhadap kalimat “The use of  Liker  Scale  Questionaire  in  Tourism Research”, ditemukan bahwa instrumen inibanyak   digunakan   untuk   meneliti mengenai  sikap,  yang  berkaitan  dengan motivasi wisatawan, daya dukung pariwisata  (carrying  capacity),  persepsi wisatawan,   persepsi   masyarakat   lokal, destination   image,   destination   loyalty, persepsi   terhadap   dampak   pariwisata, visitor   satisfaction,   kualitas   pelayanan, pemasaran   pariwisata,   travel   planning, memorable    tourism    experience,    serta pada  masa  pandemi  ini,  untuk  meneliti mengenai  Covid-19  dari  sudut  pandang pariwisata.

Selain untuk meneliti mengenai sikap (attitude)  secara  langsung,  dalam  ilmu pariwisata,    Skala    Likert    juga    sering menjadi  dasar  untuk  menyusun  sebuah skala  secara  spesifik.  Hal  ini  dapat  kita lihat   misalnya   dalam   tulisan   (Huang, 2020),     yang    berusaha    menunjukkan efektifitas   penggunaan   Skala   Persepsi (Self Perception) yang disusun berdasarkan   Skala   Likert.   Contoh   lain adalah penyusunan SUS-TAS, yang merupakan skala khusus untuk mengukur    persepsi    masyarakat    lokal terhadap Sustainable Tourism Development.   SUS-TAS   didesain   untuk mampu   secara   valid   mengukur   sikap masyarakat dengan cara mengintegrasikan  6  variabel  Sustainable Tourism Development ke dalam pernyataannya,  yaitu  manfaat  ekonomi, dampak    sosial    budaya,    manfaat    bagi masyarakat, kepuasan pengunjung, keberlanjutan lingkungan dan partisipasi masyarakat  (Hwan-Suk  &  Sirikya  2005). Dalam bidang Memorable Tourism Experience,  Skala  Likert  menjadi  dasar bagi  (Kim  dkk,  2012)  untuk  menyusun Memorable   Tourism   Experience   Scale (MTE Scale), dengan mengikuti prosedur penyusunan instrumen pengukuran.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Kata kunci: Konsultan pariwisata, kajian pariwisata, RIPPARDA, Bisnis Plan.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *