Involusi sosial adalah sebuah bentuk perubahan sosial linier yang memiliki pola tidak beraturan, bersifat ulang-alik menuju arah yang lebih baik. Adapun pertimbangan dalam melakukan involusi diantaranya persoalan prinsip kemapanan dan ketakutan akan kemerosotan modal, terutama modal budaya. Proses involusi sosial ditandai dengan proses maju-mundur dalam jenjang fase evolusi sosial.
Involusi sosial dapat disebut sebagai temporary evolution atau temporary revolution mengingat proses perubahan ini melalui tahap evolutif atau revolutif dan selalu melibatkan titik balik peradaban atau semacam fase yang menjauhi pola dan pusat kemapanan. Pada sektor pariwisata, involusi sering terjadi pada keadaanannoyance,declinedan stagnasi dalam perkembangan pariwisata.
Motif peremajaan melalui pengubahan peruntukan kawasan wisata, reposisi atraksi wisata, pencarian pasar baru atau membuat saluran pasar baru diantaranya mampu memenuhi keperluan kerjasama dengan mitra kerja baru dalam rangka penanaman maupun mendapatkan suntikan modal kerja untuk keluar dari fase annoyance, decline dan stagnasi serta menjauhi fase antagonism dalam perkembangan pariwisata. Demikian ketika persoalan prinsip kemapanan, krisis identitas, kepemilikan modal dan ketidakpastian keputusan seringkali dapat mempengaruhi arus perubahan menjadi bertentangan dengan arah kemajuan bahkan pusat kemapanan.
Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.
Kata kunci: Konsultan pariwisata, kajian pariwisata, RIPPARDA, Bisnis Plan.
Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470.

No responses yet