Wisata religi merupakan sebuah perjalanan atau kunjungan untuk memperoleh pengalaman dan pelajaran yang dilakukan individu atau kelompok ke tempat tertentu yang memiliki unsur keagamaan. Tujuan wisata religi mempunyai makna yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk menyampaikan syiar islam di seluruh dunia, dijadikan sebagai pelajaran, untuk mengingat ke-Esaan Allah, mengajak dan menuntun manusia supaya tidak tersesat kepada syirik yang mengarah kepada kekufuran. Dalam pengelolaan wisata religi terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu:
- Perlu pembentukan forum musyawarah masyarakat setempat untuk membahas pengembangan daya tarik wisata religi tematis keagamaan dengan memperhatikan potensi yang ada.
- Perlu perlengkapan berupa pembuatan induk perencanaan dan dibahas dengan pihak yang bersangkutan.
- Perlu di kembangkan pula kerjasama dengan instansi-instansi yang berkepentingan untuk tetap menjaga kelestarian sejarah dan budaya yang ada.
Salah satu masjid di Indonesia yang sering menjadi tujuan wisata religi masyarakat sekaligus sebagai tempat untuk melakukan studi banding para pengurus masjid adalah Masjid Jogokariyan Yogyakarta. Masjid Jogokariyan ini telah lama menjadi pusat perhatian berbagai kalangan dikarenakan masjid ini merupakan salah satu masjid yang menerapkan sistem pembangunan masyarakat berbasis masjid. Masjid Jogokariyan berdiri sejak tahun 1966 dan terletak di Jalan Jogokariyan No. 36 Mantrijeron Kota Yogyakarta, Berbagai penghargaan telah diraih oleh Masjid Jogokariyan, seperti sebagai masjid percontohan Daerah Istimewa Yogyakarta, masjid dengan kategori model pemberantasan kemiskinan Daerah Istimewa Yogyakarta sejak tahun 1999, dan pada tahun 2016 Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan Masjid Jogokariyan sebagai masjid percontohan nasional terbaik di bidang manajemen.
Pasar Rakyat Jogokariyan merupakan salah satu program wisata religi yang ada di Masjid Jogokariyan. Program ini memadukan wisata religi dengan wisata kuliner. Pasar ini diselenggerakan untuk menumbuhkan kembali perekonomian masyarakat Jogokariyan. Di Kampung Jogokariyan terdapat sekitar 60 UMKM yang berdagang makanan, sayuran, dan sembako. Selama PPKM berlangsung para pedagang ini mengalami penurunan penghasilan yang cukup signifikan. Satu sisi yang warga yang berjemaah di Masjid Jogokariyan juga mengalami penurunan sekitar 30% selama kebijakan PSBB dan PPKM berlangsung, kemudian pada bulan Agustus 2021 dari pihak takmir masjid membuat program pasar rakyat dengan memberikan stimulan untuk memotivasi warga agar kembali melaksanakan salat berjemaah di Masjid Jogokariyan dalam bentuk kupon belanja. Kupon tersebut nantinya bisa ditukarkan dengan makanan yang dijual oleh para UMKM binaan Masjid Jogokariyan.

No responses yet