Alih Aksara Dan Alih Bahasa Naskah Kuno; Kunir Atau Kunyit (Curcuma Longa L.)

Akar kunyit bersifat membuat akas untuk sakit perut yang bermacam macam pembuatan jamunya. Demikian juga untuk membuat bagian dalam perut yang menguncup. Bagi orang Jawa, kunyit digunakan untuk mengobati perut yang “turun”, “kèngsêr” dan lain lain sakit bagian dalam. Empu kunyit ini sangat berminyak. Gunanya untuk obat luka atau koreng, gatal serta bisul. Karena sifatnya yang dapat menutup maka lukapun akan segera rapat.  Korèng dari kuwaya atau sakit kulit akan dapat hilang dengan menggunakan êmpu kunyit yang dipipis halus dengan daun asam. Oleskan bagian yang sakit dengan ramuan ini maka akan dapat dilihat manfaat dari êmpu kunir itu.

Daun asam dengan kunyit ini adalah boreh yang bagus untuk menghilangkan gatal cacar ataupun cacar air. Satu persatu  bercak berair itu ditempel dengan ramuan ini. Untuk obat gabag juga baik. Apabila luka gabag akan masuk ke tenggorokan atau bagian lain maka harus diobati dengan rebusan air daun asam dan kunyit. Kunyit juga dapat digunakan sebagai boreh luka yang sampai ke tulang yang dalam. Karena kulit yang telah terbuka itu akan mengeluarkan lendir yang bila merembes ke lain tempat juga akan menyebabkan luka. Lendir tersebut sangat gatal sehingga penderita akan menggaruknya hingga luka sampai dalam. Luka semacam itu penyebabnya dapat bermacam macam, namun pada dasarnya adalah akibat darah yang kotor. Saya pernah melihat orang orang Jawa yang memiliki luka semacam itu, awalnya adalah karena digigit atau disengat hewan yang berbisa, namun dapat juga karena terkena kencing kadal, bajing atau bunglon, namun dapat pula karena pola hidup yang kurang bersih ataupun tertular orang lain. Luka semacam itu akan dapat segera sembuh apabila bagian yang bengkak keras (mênthêng-mênthêng) mengandung darah dicuci dengan air rebusan akar trêngguli, setelah direndam dan dicuci, keringkan satu persatu, kemudian buat borèh dengan ramuan Êmpu/umbi kunyit sepanjang 1 jari, asêm kawak, sebesar telur merpati. Tumbuk kunir hingga lembut sebelum dicampur dengan asêm. Agar segera sembuh, usahakan darah harus bersih, karena itu minumlah ramuan Têmulawak dan asêm setiap pagi sebelum perut terisi apapun.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latest Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.