Beksan Sekawanan Alus yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwana I antara lain adalah: Beksan Panji Ketawang, Beksan Panji Sekar, Beksan Nyakrakusuma, Beksan Jebeng, dan Beksan Lawung Alit. Khusus Beksan Lawung Alit, ada 2 sesi atau rambahan, yaitu Jajar dan Lurah. Adapun garis besar beberapa Beksan Sekawan Alus berdasarkan catatan tari dari almarhum KRT. Dipuradanarto (eyang kakung) adalah sebagai berikut:
- Beksan Panji Ketawang
Tarian ini menceritakan peperangan antara Raden Panji Laleyan (Putra Kediri) melawan Prabu Dasakusuma dari negara Parang Kencana. Nama Panji Ketawang mengacu kepada gendhing yang digunakan pada adegan pembuka. Pada saat bagian ènjèran, keempat penari membawa tamèng. Hal yang khusus pada tarian ini adalah adanya gerakan tayungan dengan iringan gendhing Ketawang irama I saat ènjèran dan gerakan encot-encot.
Adapun urut-urutannya adalah: Lagon, Sembahan, Sekar Sinom, Kandha, Jogèdan dengan Gendhing Panji Ketawang Pelog Barang irama II, Tancep, Kawin Sekar Gurisa, Kandha, Playon, Capeng diiringi Kawin Sekar Durma, Pocapan, Kandha, Ènjèran diiringi Gendhing Ardisantun Ketawang Irama II, Rep, Kandha, Nyepeng tamèng, Gangsa gesang irama II dan I, Ada-ada, Pocapan, Kandha, Kawin Curiga, Pocapan, Kandha, Perang diiringi Gendhing Playon, Jogèdan dengan Gendhing Ardisantun irama II lagi, Tayungan ke pinggir dengan gendhing seseg, Suwuk, Lagon.
- Beksan Panji Sekar

Foto 1 Beksan Panji SekarSumber: https://susetyohario.wordpress.comTarian ini disebut Panji Sekar, karena menceritakan peperangan antara Raden Panji Sekar (Klana Jayakusuma atau Panji Tohpati) melawan Prabu Jayalengkara dari Negara Bali Pura. Pada bagian ènjèran, keempat penari membawa keris. Pada saat perang, selain keris digunakan juga senjata panah. Hal yang unik pada tarian ini adalah adanya gerakan Nggurdha Kalang Kinantang (seperti pada Beksan Panji Ketawang), gerakan Ngenceng dan gerakan Panggel Lambung saat ènjèran.
Urut-urutannya adalah: Lagon, Sembahan, Kandha, Jogèdan dengan Gendhing Rangu-Rangu Pelog Barang irama II dengan Bawa Swara, Tancep, Kawin Sekar Megatruh Kandha, Playon, Capeng diiringi Kawin Sekar Pangkur, Pocapan, Kandha, Ènjèran diiringi Gendhing Kuwung-Kuwung Kendhangan Lahela, Ndhawah Ladrang, Ndhawah Ketawang, Playon, Rep, Pocapan, Perang curiga, Rep, Kandha, Kèndel, Kandha, Ngembat jemparing, Gangsa seseg, Perang jemparing, Jogèdan di tengah dengan Gendhing Ketawang irama II lagi, Suwuk, Lagon untuk tayungan mundur ke posisi awal.
- Beksan Nyakrakusuma
Tarian ini menceritakan peperangan antara Raja Hanyakrakusuma melawan Raja Mandrakusuma dari Negara Nungsa Kencana, sehingga dinamakan Nyakrakusuma. Keempat penarinya membawa panah pada saat ènjèran. Pada saat perang, selain panah digunakan juga senjata keris. Hal yang khusus pada tarian ini adalah digunakannya gending Ayak-Ayak dan Srepegan untuk perang menggunakan keris seperti pada tarian Bedhaya dan Srimpi.
Urut-urutan tarian ini adalah: Lagon wetah, Sembahan, Lagon jugag, Kandha, Jogèdan dengan Gendhing Kongas Pelog Barang irama II, Tancep, Capeng diiringi Kawin Sekar Asmaradana, Kandha, Jogèdan dengan Gendhing Puspawarna Ketawang irama II, Minggir, Rep, Kandha, Gangsa gesang, Jogèdan maju ke tengah, Ada-ada, Kawin jemparing, Playon, Perang jemparing, Suwuk, Ada-ada, Kandha, Kawin curiga, Perang curiga diiringi Gendhing Ayak-Ayak dan Srepegan, Playon, Ndhawah Ketawang Puspawarna irama II, Nyarungken dhuwung, Jogèdan, Suwuk, Lagon jugag untuk tayungan mundur ke posisi awal.
- Beksan Jebeng
Tarian ini menggambarkan para abdi dalem yang berlatih menggunakan jebeng. Berbeda dengan Beksan Sekawanan Alus yang lain, Beksan Jebeng menggunakan iringan laras Slendro. Sama dengan Beksan Nyakrakusuma, tarian ini menggunakan gending Ayak-Ayak, dan Srepegan untuk perang. Hal yang unik pada tarian ini adalah digunakannya Sekar Dhandanggula untuk menceritakan isi tarian menggantikan Kandha serta Lagon Slendro 9 Ngelik untuk maju seperti pada Beksan Sekawanan Gagah Guntur Segara.
Urut-urutannya adalah: Lagon wetah Slendro 9, Sembahan diiringi Lagon Slendro 9 Ngelik, Sekar Dhandanggula, Lagon jugag, Bawa swara Langen Gita ndhawah Ketawang Langen Gita irama II untuk ènjèran, Perang curiga diiringi Gendhing Ayak-Ayak dan Srepegan, Playon, Rep, Suwuk, Lagon jugag untuk tayungan mundur ke posisi awal.
- Beksan Lawung Alit

Foto 2 Beksan Lawung Alit.Sumber: https://susetyohario.wordpress.comTarian ini menggambarkan para abdi dalem yang berlatih perang menggunakan lawung. Bersama dengan Beksan Lawung Ageng dan Sekar Medura tarian ini memiliki posisi penting, yaitu sebagai simbol kehadiran Sri Sultan. Total jumlah penari untuk ketiga tarian tersebut adalah 40 orang. Berbeda dengan Beksan Sekawanan Alus yang lain, pada Lawung Alit ada peraga ploncon yang menari membawa lawung sebelum diserahkan kepada penari jajar.

Foto 3 Busana/kostum dan Tata Rias penariSumber https://susetyohario.wordpress.com
Adapun urut-urutannya adalah: Jajar sembahan diiringi Lagon Pathet Barang, Pocapan pesindhen (lebda swara), Kandha, Jogèdan dengan Gendhing Arjunamangsah Pelog Barang buka ketipung, Tayungan minggir, Menerima lawung, Jogèdan maju, Nyamber minggir, Maju ulap- ulap, Suwuk, Pocapan dalang, Sodoran diiringi Gendhing Gangsaran irama antal, Tancep, Gendhing kembali Arjunamangsah, Jogèdan minggir, Jèngkèng, Sila di pinggir, Dalang tagihan, Lurah maju di pinggir, Sembahan, Tayungan ke tengah, Jèngkèng, Sila di pinggir, Rep, Gendhing ganti Arjunaasmara, Pocapan pesindhen (lebda swara), Kandha, Jogèdan tayungan minggir, Menerima lawung dari jajar, Jogèdan maju, Nyamber mi nggir, Maju ulap-ulap, Suwuk Pocapan dalang, Sodoran diiringi Gendhing Gangsaran irama antal, Tancep, Gendhing kembali Arjunaasmara, Jogèdan minggir, Jèngkèng, Sila Suwuk, Lagon.
Kelima tarian tersebut di atas menggunakan kostum yang sama, yaitu irah- irahan tepèn, kalung sungsun, kelat bahu, keris. Sedangkan motif kainnya adalah parang rusak. Sampur, clana, lonthong dan bara dengan motif cindhe.
Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.
Kata kunci: Konsultan pariwisata, penelitian pariwisata, kajian pariwisata
Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470



No responses yet