Dampak KTT ke-42 ASEAN 2023 Bagi Sektor Pariwisata Indonesia

Konferensi Tingkat Tinggi

Konferensi Tingkat Tinggi Bagi Pariwisata – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyebut ajang internasional KTT ASEAN ke-42 yang digelar pada 9-11 Mei 2023 di Labuan Bajo, NTT, berhasil menumbuhkan sektor transportasi laut serta pariwisata Indonesia. residen Joko Widodo (Jokowi) memanfaatkan KTT ASEAN 2023 juga sebagai wadah mempromosikan destinasi wisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selepas melakukan serangkaian pertemuan, Rabu sore 10 Mei 2023, Jokowi dan Ibu Iriana mengajak para pemimpin ASEAN menaiki kapal pinisi. Mereka duduk melingkar di geladak kapal saling bercengkrama sambil menikmati suasana sunset di Nusa Tenggara Timur.

Setelah terselenaggaranya KTT ke-42 ASEAN 2023, jumlah kunjungan wisatawan di Labuan Bajo naik 10-20 persen karena event ini. Namun, dampak positif tidak hanya berhenti sampai pada peningkatan jumlah wisatawan saja. Dampak positif lain ialah dilakukannya pengembangan dan pembangunan infrastruktur penunjang di sektor pariwisata yang ada di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, pengeluaran wisatawan selama di Labuan Bajo juga turut mendongkrak devisa serta meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar. Apalagi, Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo juga memiliki area komersial dengan berbagai ritel menarik, hotel bintang lima, dermaga ferry, dan nantinya akan ada yacht Marina.

Menurut Sandiaga, event internasional, seperti KTT ASEAN bisa mengundang lebih banyak investor ke Labuan Bajo. Para investor itu lalu menanamkan modal di Labuan Bajo, salah satunya dengan menghadirkan hotel-hotel berbintang. Menparekraf juga berharap rantai pasok bagi hotel-hotel besar ini bisa melibatkan UMKM. Karena para pelaku UMKM bisa membuka lebih banyak lapangan kerja bukan hanya di Labuan Bajo, tetapi juga seluruh Flores dan NTT pada umumnya.

Konferensi Tingkat Tinggi Bagi Pariwisata – Presiden Jokowi menginstruksikan tren kenaikan kunjungan wisman ke Indonesia harus menjadi momentum memperkuat pariwisata dan mendatangkan lebih banyak lagi. Awalnya, ada 10 destinasi wisata yang masuk skala prioritas. Seiring prosesnya, hanya lima tempat yang menjadi destinasi super prioritas, satu di antaranya adalah Labuan Bajo.

Baca Juga : Profil & Potensi Desa Wisata Jarum Kabupaten Klaten

Pembangunan destinasi super prioritas, menurut Sandiaga, dilakukan secara komprehensif meliputi pengembangan infrastruktur aksesibilitas, amenitas, hingga jaringan telekomunikasi. Termasuk pula pengembangan produk wisata, perbaikan ekosistem ekonomi kreatif, hingga persiapan sumber daya manusia (SDM) di setiap lokasi.

Lewat pembangunan 5 destinasi super prioritas tersebut, pemerintah hingga 2024 menargetkan kontribusi sektor pariwisata dalam PDB meningkat menjadi 5,5 persen, devisa dari sektor pariwisata menjadi 30 miliar dolar Amerika, serta jumlah wisatawan nusantara 350-400 juta perjalanan dan wisatawan mancanegara 22,3 juta kunjungan.

Untuk Labuan Bajo, pembenahan sudah dilakukan sekiranya sejak 2020. Bermula dari perluasan dan peningkatan bandara dan pemindahan pelabuhan. Adapun pembenahan jalan darat dilakukan pada awal 2022. Meliputi pembangunan Jalan Ruas Labuan Bajo–Sp. Nalis–Sp. Kenari–Tanamori sepanjang 25 km dan empat jembatan dengan total panjang 175 meter. Saat ini pun Labuan Bajo sudah memiliki berbagai fasilitas dan infrastruktur MICE yang diharapkan dapat berkontribusi dalam pencapaian target wisatawan mancanegara sebesar 8,5 juta pada tahun ini serta penciptaan 4,4 juta lapangan kerja hingga tahun 2024.

“KTT ASEAN Summit 2023 menjadi sebuah momentum untuk mengakselerasi pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo,” kata Sandiaga.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *