Kajian Analisis Kunjungan Wisatawan DI Yogyakarta Tahun 2022

Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal juga dengan “sejuta julukan”. Istilah “sejuta julukan” menjadi bagian dari sejarah dan narasi keberadaan Yogyakarta dengan berbagai label seperti kota pendidikan, pelajar, kuliner, gudeg, kenangan, budaya, batik, wisata, seni, city of Philososphy, dan berbagai julukan lainnya. Selain itu, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan kota tujuan wisata yang terkenal tidak hanya bagi pelancong lokal Indonesia namun juga sampai ke wisatawan mancanegara dari berbagai belahan dunia. Menghadirkan sejuta pengalaman wisata, baik wisata alamnya yang indah, sejarah dan wisata budaya yang tak lekang oleh waktu dengan segala keunikan cerita yang diwariskan serta penduduknya yang terkenal ramah dalam memperlakukan wisatawan yang berkunjung, membuat Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu destinasi wisata terfavorit di Indonesia.

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan karena memiliki budaya yang adiluhung meliputi 1 kota yaitu Yogyakarta dan 4 kabupaten yaitu Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Sleman, Kabupaten Gunung Kidul dan Kabupaten Bantul. Keberadaan komunitas pariwisata maupun ekonomi kreatif juga mendorong perkembangan dan pertumbuhan pariwisata di suatu wilayah. Daerah Istimewa Yogyakarta memiiki destinasi wisata yang beragam, meliputi alam (nature), budaya (culture) dan buatan (manmade). Kawasan Gunung Kidul  alamnya sangat indah diantaranya pantai yang beragam, hamparan pantai  pasir putih, hamparan pantai pasir hitam,  pantai bertebing bebatuan, hutan wisata, dan gunung api purba. Acara budaya bersih desa, tari-tarian tradisonal juga berkembang dan dapat dijadikan sebagai atraksi wisata. Wisata buatan seperti Embung di kawasan Nglanggeran juga memliki segmen wisatawan dengan banyak peminat. Masyarakat/ Komunitas di destinasi wisata merupakan ujung tombak dalam menerima dan berinteraksi langsung dengan wisatawan. Pariwisata dan ekonomi kreatif berjalan beriringan saling terkait dalam menyerap tenaga kerja dan muaranya adalah kesejahteraan masyarakat.

Sektor pariwisata memberi kontribusi terbesar pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2021. Kota Yogyakarta sendiri menyumbang sebesar 17,46 persen sehingga akan tetap dijadikan motor penggerak perekonomian. Bahkan kontribusi pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta melebihi kontribusi nasional yang hanya menyumbang sekitar 4,8 persen untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

PT Kirana Adhirajasa Indonesia, selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta atas kepercayaan dan kerjasamanya sehingga terselesaikan suatu kajian pariwisata terkait Kajian Analisis Kunjungan Wisatawan DIY. Demikian kajian pariwisata ini disusun, semoga dapat memberikan simpulan yang bermanfaat untuk banyak pihak khususnya pengembangan kepariwisataan di DIY.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kajian atau konsultasi Pariwisata dapat menghubungi Admin kami di 081215017910.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − seventeen =

Latest Comments