Kajian Ceruk Pasar di Surakarta

Ceruk pasar (niche market) dapat diartikan sebagai celah pasar. Berdasarkan Kottler dan Amstrong (2018:223), ceruk pasar dalam buku Principle of Marketing,

“Niche market is a market-coverage strategy in which a firm goes after a large share of one or a few segments or niches  . Niching lets smaller companies focus their limited resources on serving niches that may be unimportant to or overlooked by larger competitiors. Many companies start as nichers to get a foothold against larger more resourceful competitors and then grow into boarder competitors.”

Artinya ceruk pasar adalah strategi cakupan pasar di mana perusahaan mengejar salah satu dari sebagian besar segmen atau beberapa segmen atau ceruk. Ceruk memungkinkan perusahaan yang lebih kecil memfokuskan sumber daya mereka yang terbatas pada melayani segmen ceruk yang mungkin tidak penting atau diabaikan oleh pesaing yang lebih besar. Banyak perusahaan memulai sebagai pelaku ceruk pasar untuk mendapatkan pijakan melawan pesaing yang lebih besar dan kemudian tumbuh menjadi pesaing yang lebih ketat.

Di samping itu, dalam bahasa ekonomi, ceruk pasar (niche market) dipahami sebagai segmen pasar yang lebih spesifik. Dengan jumlahnya relatif kecil, namun jika dikelola dengan baik akan meningkatkan jumlah kunjungan, jumlah belanja, dan memungkinkan mendapat loyalitas.

Dalam hal ini, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan pariwisata adalah dengan menggarap niche market atau ceruk-ceruk pasar khusus, dengan program-program yang spesifik. Hal ini dilakukan agar pelaku wisata mendapat gambaran detil tentang target pasarnya dan karakteristiknya lebih homogen, maka hal tersebut akan memudahkan dalam melayani sektor pariwisata. Sebenarnya di setiap daya tarik wisata selalu terdapat niche market yang bisa dikembangkan dan digarap, hanya saja belum digali lebih dalam bahwa ceruk pasar tersebut ada dan sangat potensial. Hal tersebut biasa terjadi pada daya tarik wisata di suatu daerah, salah satunya di Kota Surakarta.

Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 13 tahun 2016 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah tahun 2016-2026, tepatnya Pasal 35, dijelaskan bahwa arah kebijakan pengembangan pasar wisatawan Kota Surakarta diwujudkan dalam bentuk pemantapan segmen pasar wisatawan massal dan pengembangan segmen ceruk pasar untuk mengoptimalkan pengembangan destinasi pariwisata daerah dalam dinamika pasar global. Hal tersebut (Pasal 36) diperkuat dengan strategi sebagai berikut:

  1. Peningkatan pemasaran dan promosi untuk mendukung penciptaan destinasi pariwisata daerah yang diprioritaskan;
  2. Peningkatan akselerasi pemasaran dan promosi pada pasar utama, baru, dan berkembang;
  3. Pengembangan pemasaran dan promosi untuk meningkatkan pertumbuhan segmen ceruk pasar;
  4. Pengembangan promosi berbasis tema tertentu;
  5. Peningkatan akselerasi pergerakan wisatawan di seluruh destinasi pariwisata daerah; dan
  6. Peningkatan intensifikasi pemasaran wisata MICE yang diselenggarakan oleh sektor lain.
  7. Kirana Adhirajasa Indonesia, selaku konsultan pariwisata mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pariwisata Kota Surakarta dan semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan Kajian Analisa Pasar: Ceruk Pasar Kota Surakarta yang bertujuan untuk mendeskripsikan potensi pariwisata dengan pola ceruk pasar, mengetahui dan menganalisis pola ceruk pasar, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan ceruk pasar wisata dan menyusun kebijakan dan strategi pengembangan untuk meningkatkan ceruk pasar di Kota Surakarta. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kajian atau konsultasi Pariwisata dapat menghubungi Admin kami di 081215017910.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *