Pembangunan ekonomi adalah serangkaian usaha dan kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, memperluas lapangan kerja, memeratakan distribusi pendapatan masyarakat, meningkatkan hubungan ekonomi regional dan melalui pergeseran kegiatan ekonomi dari sektor primer ke sektor sekunder dan tersier. Pembangunan ekonomi mengusahakan agar pendapatan masyarakat naik, disertai dengan tingkat pemerataan yang sebaik mungkin.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan nilai tambah bruto seluruh barang dan jasa yang tercipta atau dihasilkan di wilayah domestik suatu negara yang timbul akibat berbagai aktivitas ekonomi dalam suatu periode tertentu tanpa memperhatikan apakah faktor produksi yang dimiliki residen atau non-residen. Penyusunan PDRB dapat dilakukan melalui 3 (tiga) pendekatan yaitu pendekatan produksi, pengeluaran, dan pendapatan yang disajikan atas dasar harga berlaku dan harga konstan. PDRB atas dasar harga berlaku atau dikenal dengan PDRB nominal disusun berdasarkan harga yang berlaku pada periode penghitungan, dan bertujuan untuk melihat struktur perekonomian. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan disusun berdasarkan harga pada tahun dasar dan bertujuan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi.
Kota Semarang menjadi daerah dengan perekonomian terbesar di Jawa Tengah pada 2020. Ini terlihat dari produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) Kota Semarang yang sebesar Rp 189,26 triliun pada tahun lalu. Perekonomian Kota Semarang pada 2020 utamanya ditopang industri pengolahan sebesar Rp 54,2 triliun (28,64%). Sementara, kontribusi PDRB Kota Semarang dari sektor konstruksi sebesar Rp 49,34 triliun (26%) pada tahun lalu.
Dengan kekayaan Pariwisata yang dimiliki Kota Semarang seharusnya Kota Semarang mampu bersaing dengan kota lain sebagai Kota Destinasi Wisata, tidak hanya sebatas menjadi kota transit namun Kota Semarang juga seharusnya mampu menjadi kota destinasi wisata secara nasional maupun internasional. Keuntungan lain yang didapat sekaligus adalah membuka lahan pekerjaan bagi masyarakat, peningkatan sektor industri pariwisata dan peningkatan PDRB Kota Semarang. Dalam pengelolaan sektor pariwisata walaupun Pemerintah Kota Semarang sudah melakukan banyak upaya yang memberikan hasil positif tapi dinilai masih kurang dibandingkan dengan daerah lain. Masyarakat masih minim informasi tentang daya tarik wisata, kurang ketersediaan fasilitas publik pendukung kegiatan wisata, banyaknya kondisi daya tarik wisata yang rusak dan tidak terawat, serta kegiatan atau event pelestarian pariwisata Kota Semarang yang masih kurang variatif dan masih ada beberapa yang kurang dukungan.
PT Kirana Adhirajasa Indonesia, selaku konsultan pariwisata mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang dan semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan Kajian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Tahun 2022 dalam usaha mengembangkan pariwisata Kota Semarang. Hal yang menjadi fokus utama penelitian ini yaitu konteks dari manajemen pelaksanaan strategi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang dalam menyiapkan arahan kebijakan dan strategi pengembangan untuk meningkatkan nilai PDRB di Kota Semarang terutama dari sektor pariwisata.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kajian atau konsultasi Pariwisata dapat menghubungi Admin kami di 081215017910.

No responses yet