Kampung Wisata Sekar Niti & Mina Julantoro, Potensi Wisata di Kelurahan Gedongkiwo

Kampung Wisata Sekar Niti Gedongkiwo adalah salah satu dari 17 Kampung Wisata yg ada di Kota Yogyakarta. Kampung Wisata / Kamwis Sekar Niti Terletak di Kelurahan Gedongkiwo Kecamatan Mantrijeron, utk luas wilayah Kamwis Sekar Niti kurang lebih 90 Ha. Gedongkiwo sendiri terbagi menjadi 3 kampung :

– Kampung Suryowijayan
– Kampung Gedongkiwo
– Kampung Dukuh

Nama Kampung Gedongkiwo konon berasal dari nama abdi dalem Gedhong atau abdi dalem Nayaka Gedhong. Abdi dalem Nayaka Gedhong Kiwa Bertugas mengkoordinasikan beberapa kelompok abdi dalem Kraton antara lain abdi dalem urusan srati (pawang gajah), pelatih kuda tunggangan, penatah, juru sungging, penata gendhing, niyaga, dalang, pesinden, penjaga pesanggrahan, kenek dan kusir kereta. Kanayakan tersebut dulu dipimpin oleh seorang Bupati Nayaka Tumenggung Puspanegara dan Tumenggung Mangunegaro. Karena keberadaan Nayaka Gedhong Kiwo maka akhirnya daerah tersebut kemudian dikenal dan dinamakan sebagai Gedongkiwo.

Keberadaan Kampung Wisata Niti Gedongkiwo sangat strategis dan memiliki peran sebagai penyangga obyek daya tarik wisata Pasar Satwa dan Tanaman Yogyakarta (PASTY) karena lokasinya berdekatan dengan obyek tersebut, kampung wisata ini walaupun masih dalam kategori kampung wisata rintisan namun dalam pengembangan atraksi daya tarik wisatanya cukup menarik dan bagus antara lain atraksi seni tradisional Tari Klasik, Karawitan, Jathilan, dan Kerajinan Batik Tulis. Guna pengembangan lebih lanjut Kampung Wisata Niti Gedongkiwo juga membentuk kelompok Bergodo Keprajuritan yaitu Bergodo Niti Manggala dan memiliki kalender event budaya dan tradisi ruwahan yang diselenggarakan setiap tahun.

Kampung wisata ini juga dikenal sebagai pembuat gamelan, sehingga wisatawan dapat mengikuti bagaimana cara pembuatan gamelan. Selain itu juga terdapat kerajinan batik, bordir, dan pembuatan wayang kulit. Untuk sarana wisata lainnya, di kampung ini juga tersedia homestay sebanyak 3 unit serta 32 unit rumah makan. Aksesibilitas Kampung Wisata Gedungkiwo sebenarnya mudah dicapai karena ketersediaan moda transportasi umum yang memadai yaitu Bus Trans Jogja dengan jalur 3A dan 3B. Namun, hal tersebut tidak didukung dengan kondisi jalan yang baik. Kondisi jalan menuju Kampung Wisata Gedungkiwo masih belum memadai karena masih banyak jalan yang bergelombang.

Masyarakat sering tidak sadar dengan potensi yang ada di sungai. Padahal masyarakat bisa memanfaatkan potensi sungai tanpa mencemari sungai ataupun menghambat aliran sungai.9 Namun ada beberapa kelompok yang sudah sadar akan potensi yang ada di sungai, salah satunya adalah kelompok Mina Juliantoro Asri yang ada di Kelurahan Gedongkiwo Kota Yogyakarta. Masyarakat yang tergabung di kelompok Mina Juliantoro Asri ini memanfaatkan aliran irigasi di tengah perkampungan untuk budidaya ikan nila.

No responses yet

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    thirteen − 11 =

    Latest Comments

    Tidak ada komentar untuk ditampilkan.