Kepercayaan Tradisional dalam Gua Ngerit di Desa Senden Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek

Kepercayaan tradisional yang ada didalam Guwa Ngerit adalah sebuah kepercayaan yangh sampai sekarang masih dilestarikan. Kepercayaan ini merupakan kebudayaan warisan nenek moyang jaman dahulu. Kebudayaan merupakan ciptaan manusia yang berlangsung dalam kehidupan, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya.

Menurut folklor,, asal-usul dari gua ini adalah bahwa dahulu ada Putri Ngerit yang meminta Mbok Melik untuk mengangkatnya sebagai anak, karena dia tidak punya seseorang yang menemani dia di daerah itu. Tanpa adanya seseornag teman yang mendampingi, maka dia merasa bingung dengan apa yang dilakukan dan harus bagaimana dia melangkah. Ketika melakukan tapa di Gua Ngerit yang berlangsung lama, ia menemukan hal-hal yang tidak bisa dinalar oleh dia. Maka dari itu, putri tersebut mencari seseorang yang bisa ditanyainya. Akhirnya bertemu dengan Mbok Melik yang mau menjadi ibu sambungnya. Ketika sudah dewasa ia menjadi wanita yang sangat cantik. Para lelaki memuja-muja dia dan ingin menjadikan seorang istri.

Waktu ngerit sudah menjadi gadis, putri menjadi rebutan para laki-laki. Kecantikannya itu membuatnya menjadi wanita yang dipuja-puja. Laki-laki yang memujanya adalah Demang Tangar dan Rangga Pesu. Keduanya berpawakan gagah dan mempunyai kedudukan yang tinggi. Mereka berdua merebutkan putri Ngerit hingga sampai ada kejadian perang. Kesukaannya pada wanita yang sama membuat mereka tidak mempunyai akal lagi hingga peperangan dimulai sampai titik penghabisan. Peperangan yang sangat hebat itu menjadikan sebuah kepercayaan tradisional yang ada di Gaua Ngerit. Kepercayaan tradisional ini menjadi salah satu cara untuk menarik wisatawan datang ke Gua Ngerit.

Gua Ngerit merupakan tempat bekas bertapa yang dipercaya kalau meminta doa disana akan cepat diterima kepada Tuhan YME. Karena tempat bekas pertapaan itu adalah tempat yang suci dan dikeramatkan oleh masyarakat.

Jadi ada kepercayaan tradisional bahwa Gua Ngerit dipercaya bisa mewujudkan apapun yang kita inginkan. Dalam setiap tahunnya, masyarakat sekitar dan  pengunjung melakukan sebuah acara yang meminta keselamatan untuk para masyarakat sekitar dan pengunjung. Adapun kepercayaan tradisional yang ada didalam Goa adalah sebagai  berikut:

  1. Kepercayaan tradisional melempar batu kedalam gua, merupakan salah satu kepercayaan tradisional yang masih dilakukan oleh masyarakat sekeliling gua dan para wisatwan yang datang kesana. Dalam kepercayaan tradisional ini dipercayai kalau bisa mengabulkan apapun yang diminta ketika bisa memasukkan tiga batu kecil kedalam lubang gua dengan menggunakan tangan kiri serta jarak satu meter. Kepercayaan ini sudah ada sejak zaman dahulu, sebelum tempat wisata dibuka. Kepercayaan tradisional pada pelemparan batu kedalam gua tersebut akibat kesaktiannya Putri Ngerit yang mandraguna dan karena adanya peperangan antara Demang Tangar dan Rangga Pesu. Selain itu juga ada kepercayaan kalau orang berkata tidak sopan akan mengalami kejadian sial ketika pulang dari sana.
  2. Kepercayaan tradisional kegiatan selonan, merupakan salah satu kegiatan setiap satu tahun sekali. Kegiatan ini sama dengan bersih desa, akan tetapi dilakuka di Gua Ngerit. Kegiatan ini dilakukan untuk membersihkan hal-hal yang kurang baik dilingkungan itu. Makna dari kepercayaan tradisional kegiatan selonan adalah untuk meminta sehat dan selamat.
  3. Kepercayaan tradisional situs pertapaan, tempat pertapaan ini merupakan bekas tempat bertapa Putri Ngerit, sehingga sangat disakralkan oleh masyarakat. Dahulu putri Ngerit bertapa disana lama sekali, karena ingin mendapatkan suatu keinginannya. Kekuatan putri bertambah ketika melakukan bertapa disana. Bentuk dari gua itu hanya berlubang kecil dan seperti ada tempat duduk yang digunakan untuk bertapa. Pada situs pertapaan ini dipercaya lebih memudahkan masyarakat untuk berdoa disana.ika masyarakat mau berdoa disana, kepercayaan yang masih dipercaya sampai sekarang yaitu bisa terkabul. Akan tetapi doa yang disampaikan harus tulus dan doa yang baik-baik, karena jika mempunyai niat jahat akan mendapatkan celaka. Pertapaan ini juga tempat yang digunakan untuk nyadran atau acara selonan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *