Pukis adalah kue tradisional dengan aroma dan rasa yang manis serta gurih. Pukis terbuat dari tepung terigu, gula, susu, santan, telur, ragi, mentega cair, soda kue, dan garam. Kesemua bahan-bahan tadi lalu dicampurkan dan diaduk hingga menjadi adonan yang dapat dituangkan. Adonan yang telah siap tadi, lalu dimasak dengan menggunakan cetakan khusus yang terbuat dari bahan logam di atas kompor dengan api kecil. Sebelum adonan dituangkan ke dalam cetakan, maka cetakan harus diolesi oleh mentega terlebih dahulu agar tidak lengket. Kemudian adonan yang telah dituangkan ke dalam cetakan tadi dimasak dengan api kecil selama kurang lebih 30 menit hingga matang.
Saat menuangkan adonan pukis ke dalam cetakan, pastikan adonan hanya ¾ volume cetakan agar tidak tumpah dikarenakan proses pengembangan yang terjadi pada adonan saat dimasak. Adonan kue pukis di dalam cetakan tersebut dimasak dengan menggunakan penutup yang terbuat dari bahan logam di atasnya, hal itu dilakukan agar kue pukis yang sedang dimasak, menjadi lebih cepat matang hingga ke bagian dalam. Saat kue pukis hampir matang, tepatnya ketika bagian atasnya masih agak basah, kue pukis tersebut diberi taburan keju atau cokelat sesuai pesanan pengunjung, setelah itu proses pemasakan kembali dilanjutkan hingga kue pukis matang sempurna. Pukis dapat dikategorikan sebagai kue tradisional karena ciri-ciri dari kue tradisional adalah, di dalam proses pembuatannya banyak menggunakan alat-alat sederhana yang masih tradisional.
Selain itu dalam proses pembuatannya yang sederhana, kue tradisional banyak menggunakan bahan-bahan baku lokal yang ada di sekitaran. Resep yang digunakan dalam kue tradisional biasanya berdasarkan selera masyarakat lokal. Prosespembuatannya pun seringkali menggunakan tangan, mulai dari mencampur, mengaduk, dan membuat adonan. Secara filosofis pukis merupakan makanan yang sarat nilai-nilaiperjuangan karena berdasarkan sejarahnya, pukis merupakan kue yang muncul pada saat jamanpenjajahan Jepang, di mana ketikaitu seorang tahanan penjajah Jepangyang berasal dari daerah sekitar Karesidenan Banyumas di Jawa Tengah yang dipekerjakan untukmembuat makanan dan kue-kue, berhasil melarikan diri dengan membawa resep kue dari penjajah Jepangtersebut dan kemudian dia gunakan untuk berjualan demi memenuhi kebutuhan hidupnya hingga akhirnya kue yang kini kita kenal dengan nama pukis ini menjadi terkenal karena banyak diminati dan digemari oleh para konsumen.
Pukis adalah salah satu kue tradisional khas Purwokertoyang dapat dikonsumsi sebagai makanan ringan saat sarapan di pagi hari, atau dapat juga menjadi makanan ringan saat menyelenggarakan kegiatan rapat, hajatan, syukuran, ataupun sebagai hidangan pendamping minum teh dan kopi di sore hari. Pukis juga bisa dijadikan oleh-oleh untuk dibawa pulang ke tempat asal saat wisatawan berkunjung dan berwisata di kota Purwokerto. Pukis dapat dengan mudah ditemukan di beberapa tempat di seputaran kota Purwokerto. Pukis dapat dibeli pada pedagang kaki lima di pinggir jalan seperti di samping masjid agung Purwokertodan di daerah Pancurawis, ataupun di pasar-pasar tradisional seperti di pasar Sokaraja, Pasar minggon, pasar Ajibarang dan pasar Manis. Salah satu kue pukis yang cukup terkenal adalah kue pukis Mannayang terletak di kawasan kebon dalem kota Purwokerto.
Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.
Kata kunci: Konsultan pariwisata, penelitian pariwisata, kajian pariwisata
Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470

No responses yet