Penerapan Sapta Pesona

Sapta Pesona adalah untuk meningkatkan kesadaran, rasa tanggung jawab segenap lapisan masyarakat, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat luas untuk mampu bertindak dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan sapta pesona merupakan inti dari program pemerintah dalam meningkatkan sadar wisata masyarakat dan merupakan dalam meningkatkan sadar wisata masyarakat dan merupakan syarat mutlak dalam usaha pembangunan pariwisata kearah yang lebih mantap oleh karena itu sapta pesona dijadikan program nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran serta tanggung jawab segenap lapisan pemerintah, swasta, dan masyarakat. Sapta pesona yang mengandung tujuh unsur yang menentukan citra baik terhadap objek wisata yaitunya: Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, dan Ramah tamah serta kenangan, kehadirannya memang sangat begitu terasa penting dan sudah saatnya dibutuhkan, bukan hanya sebagai kebutuhan pokok wisatawan, tetapi juga sebagai tolak ukur dalam meningkatkan kualitas pariwisata. Pelaksananaan sapta pesona merupakan inti dari program dalam meningkatkan sadar wisata masyarakat dan merupakan syarat dalam usaha pengembangan pariwisata kearah yang lebih baik. Sapta pesona sebagai pedoman nasional yang yang memiliki tujuan. Adapun tujuan sapta pesona yang ditetapkan oleh Dirjen Pariwisata dalam Bakaruddin (2009) ada 7 (tujuh) pesona yaitu:

  • Keamanan Wisatawan akan senang berkunjung kesuatu tempat apabila merasa aman, tentram, tidak takut, terlindung dan bebas dari:
    1) Tindak kejahatan, kekerasan ancaman, seperti kecopetan, pemerasan penodongan, penipuan dan lain sebagainya.
    2) Terserang penyakit menular dan penyakit berbahaya lainya
    3) Kecelakaan oleh alat perlengkapan dan fasilitas yang kurang baik, seperti kendaraan, peralatan, untuk makanan dan minuman, lift, alat perlengkapan atau rekreasi atau olahraga.
    4) Gangguan oleh masyarakat, antara lain berupa pemaksaan oleh pedagang asongan tangan jahil, ucapan dan tindakan serta perilaku yang tidak bersahabat dan lain sebagainya. Jadi keamanan yang dimaksudkan suatu kondisi yang memberikan suasana tentram bagi wisatawan, bebas dari rasa takut dan tidak khawatir akan keselamatan jiwa, raga dan harta milik, bebas dari ancaman, gangguan dan tidakan kekerasan.
  • Ketertiban Kondisi yang tertib merupakan sesuatu yang sangat didambakan oleh setiap orang termaksud wisatawan. Kondisi tersebut tercermin dari suasana yang teratur, rapi dan rancar serta menunjukkan disiplin yang tinggi dalam semua segi kehidupan masyarakat, misalnya:
    1) Lalu lintas tertib, teratur dan lancar, alat angkutan datang dan berangkat tepat waktu.
    2) Tidak nampak orang yang berdesakan atau berebutan untuk mendapatkan atau membeli sesuatuyang diperlukan.
    3) Bangunan, dan lingkungan ditata teratur dan rapi.
    4) Pelayananya dilakukan secara baik dan tepat
    5) Informasi yang benar dan tidak membingungkan
  • Kebersihan Bersih merupakan suatu keadaan/kondisi lingkungan yang menampilkan suasana bebas dari kotoran, sampah, limbah, penyakit, dan pencemaran. Wisatawan akan merasa betah dan nyaman bila berada di tempat-tempat yang bersih dan sehat seperti:
    1) Lingkungan yang bersih baik dirumah sendiri maupun di tempat-tempat umum, seperti di hotel, restoran, angkutan umum, tempat rekresi, tempat Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat 4 buang air besar /kecil bersih dari sampah, kotoran, coret-coret dan sebagainya.
    2) Sajian dan makan dan minuman yang bersih dan sehat
    3) Penggunaan dan penyediaan alat perlengkapan yang bersih seperti sendok, piring, tempat tidur, alat olahraga dan lain sebagainya.
    4) Pakaian dan penampilan petugas bersih, rapi, dan tidak mengeluarkan bau tidak sedap, lain sebagainya.
  • Kesejukan Lingkungan yang serba hijau, segar, rapi memberikan suasana atau keadaan sejuk, nyaman dan tentram. Kesejukan yang dihendaki tidak saja harus berada di luar ruangan atau bangunan, akan tetapi diluar ruangan, misalnya ruangan kerja /belajar, ruangan makan, ruangan tidur, dan lain sebagainya. Untuk itu hendaklah kita semua
    1) Turut serta aktif memelihara kelestarian lingkungan dan hasil penghijauan yang telah dilakukan masyarakat ataupun oleh pemerintah.
    2) Beberapa secara aktif untuk menganjurkan dan mempelopori agar masyarakat setempat melaksanakan kegiatan penghijauan dan memelihara kebersihan, menanam berbagai tanaman di halaman rumah masing-masing baik untuk hiasan maupun tanaman yang bermamfaan bagi rumah tangga, melakukan penanaman pohon /tanaman yang rindang sepanjang jalan dilingkungan masing-masing, di halaman sekolah dan lain sebagainya.
    3) Membentuk perkumpulan yang tujuan memelihara kelestarian lingkungan.
    4) Menghiasi ruangan belajar /kerja, ruang tamu, ruang tidur, dan tempat lainya dengfan aneka tanamna penghias atau penyejuk.
    5) Memprakarsai berbagai kegiatan dan upaya lain yang dapat membuat lingkungan hidup kita menjadi sejuk, bersih, segar dan nyaman.
  • Keindahan Keadaan atau suasana yang menampilkan lingkungan yang menarik dan sedap di pandang disebut indah. Indah dapat dilihat dari berbagai segi, seperti dari segi tata warna, tata letak, ruang, bentuk ataupun gaya dan gerak yang serasi dan selaras, sehingga memberi kesan yang enak dan cantik untuk dilihat. Indah yang selalu sejalan dengan bersih dan tertib dan tidak terpisahkan dari lingkungan hidup baik berupa ciptaan tuhan yang Maha Esa 41 Jurnal Spasial maupun hasil karya manusia.Karna itu kita wajib memilihara lingkungan hidup agar lestari dan dapat di nikmati oleh umat manusia.
  • Keramah-tamah Ramah tamah merupakan suatu sikap dan perilaku seseorang yang menunjukkan keakraban, sopan, suka, membantu, suka senyum, dan menarik hati. Ramah merupakan watak budaya bangsa Indonesia pada umumnya, yang selalu menghomati tamunya dan dapat menjadi tuan rumah yang baik. Sikap ramah ini merupakan salah satu daya tarik bagi wisatawan dan harus dipelihara secara baik.
  • Kenangan Kenangan adalah kesan yang melekat dengan kuat pada ingatan dan perasaan seseorang yang disebabkan oleh pengalaman yang diperolehnya. Kenagan dapat berupa yang indah dan menyenangkan, akan tetapi dapat pula yang tidak menyenangkan. Kenangan yang ingin diwujudkan dalam ingatan dan perasaan wisatawan dari pengalaman berpariwisata di Indonesia, dengan sendirinya adalah yang indah dan menyenangkan, kenagan yang indah ini dapat pula diciptakan antara lain:

1) Akomodasi yang nyaman, bersih dan sehat, pelayanan yang cepat, tepat dan ramah, suasana yang mencerminkan ciri khas daerah dalam bentuk dan gaya bangunan serta dekorasinya.
2) Atraksi seni budaya daerah yang khas dan mempesona baik itu berupa seni tari, seni suara, berbagai macam upacara.
3) Makanan dan minuman khas yang lezat, dengan penampilan dan penyajian yang menarik. Makanan dan minuman ini merupakan salah satu daya tarik yang kuat dapat dijadikan jati diri (identitas) bangas Cenderamata yang mungil yang mencerminkan cirri-ciri yang khas daerah, bermutu tinggi, mudah dibawa, dan dengan harga yang terjangkau, mempunyai arti tersendiri dan dijadikan bukti atau kenangan dari kunjungan seseorang kesuatu tempat /daerah

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Kata kunci: Konsultan pariwisata, kajian pariwisata, RIPPARDA, Bisnis Plan.

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 3 =

Latest Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.