Pengaruh Jumlah Kunjungan Wisatawan dan Lamanya Menginap Wisatawan

Bali merupakan salah satu daerah yang sering dikunjungi oleh wisatawan asing maupun domestik. Bali dikenal dengan keindahan alam yang masih terjaga keasriannya dan budaya yang masih terjaga hingga saat ini. Dengan banyaknya wisatawan yang datang, hal tersebut menjadikan Bali sebagai salah satu penyumbang devisa terbesar di Indonesia pada sektor pariwisata. Salah satu daerah tujuan wisata yang terkenal di Bali yaitu Denpasar dan merupakan ibu kota dari Provinsi Bali. Kota Denpasar dikenal dengan keindahan pantainya yang berpasir putih dan bersih. Selain mengunjungi pantai, umumnya wisatawan yang berkunjung ke Kota Denpasar juga tertarik untuk mengunjungi festival kebudayaan seperti Pesta Kesenian Bali yang merupakan festival budaya terbesar di Bali yang diadakan setiap 1 tahun sekali yang diselenggarakan pertama kalinya tahun 1979 yang bertujuan sebagai wadah apresiasi seni dan budaya Bali agar tetap lestari.

Jumlah kunjungan wisatawan sangat berarti untuk pengembangan industri pariwisata dan pendapatan asli daerah di Kota Denpasar, sehingga sektor pariwisata dapat berkembang dalam hal pelayanan dan kenyamanan sehingga wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara tertarik untuk berkunjung. Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan juga akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah yang diperolah (Ida Bagus & Sudiana, 2016). Berpengaruhnya jumlah kunjungan wisatawan terhadap peningkatan pendapatan asli daerah dapat dari para pengunjung yang melakukan transaksi seperti membayar tiket, memeli makanan dan minuman (Saputra, 2018).

Selain berkunjung, wisatawan juga akan tinggal atau menginap pada daerah tujuan wisata. Dimana lama menginap wisatawan merupakan jumlah malam atau hari yang dihabiskan oleh seorang wisatawan mancanegara di luar Negara atau daerah tempat tinggalnya. Semakin banyak jumlah kunjungan dan lamanya menginap wisatawan maka hal tersebut akan menmberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah di Kota Denpasar. Faktor lamanya menginap wisatawan merupakan salah satu faktor yang menentukan besar atau kecilnya pendapatan yang diterima untuk negara-negara yang mengandalkan devisa dari industri pariwisata.

Jumlah Kunjungan Wisatawan Asing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kota Denpasar. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi lebih kecil dari nilai signifikansi yang telah ditetapkan, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil analisis ini mengindikasikan bahwa wisatawan asing yang berkunjung ke Kota Denpasar, selain menginap juga melakukan konsumsi di Kota Denpasar, seperti mengunjungi DTW yang ada di Kota Denpasar (ada retribusi yang dibayarkan) serta konsumsi kebutuhan primer maupun tersier.

jumlah kunjungan wisatawan domestik berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan asli daerah. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi lebih kecil dari nilai signifikansi yang telah ditetapkan maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil analisis yang demikian mengindikasikan bahwa wisatawan domestic yang berkunjung ke Kota Denpasar minim melakukan transaksi yang bisa menambah pendapatan asli daerah. Di samping itu, hal ini juga bisa dikarenakan oleh tipe wisatawan yang datang ke Kota Denpasar. Tipe wisatawan yang datang Kota Denpasar biasanya adalah melakukan wisata kunjungan kerja. Karenanya, rata-rata pengeluarannya sedikit untuk leisure.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Kata kunci: Konsultan pariwisata, penelitian pariwisata, kajian pariwisata

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *