Peninggalan Situs Sejarah Desa Sapit, Lombok

Sapit merupakan sebuah desa yang berada tepat di bawah lereng gunung Rinjani dan mempunyai ketinggian 1100 mdpl, lokasi ini menjadikan desa bersuhu cukup sejuk. Sapit juga merupakan desa yang memiliki tingkat sosial tinggi dan masih bersifat tradisional, serta jauh dari ramainya perkotaan. Mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Masyarakat Sapit juga menjadi salah satu perkampungan yang tetap melestarikan budaya dengan melakukan kegiatan adat tradisi yang terbentuk dari kearifan lokal masyarakat setempat.

Selain terkenal dengan sumber daya alam dan keramahtamahan penduduknya, desa ini juga kaya akan keanekaragaman budaya. Terdapat kebudayaan berupa peninggalan-peninggalan sejarah di desa Sapit. Peninggalan-peninggalan ini merupakan bukti nyata peradaban masyarakat Lombok dari zaman pra sejarah. Keberadaan situs ini diyakini sebagai bukti nyata terkait bagaimana perkembanan kemajuan peradaban literasi masyarakat Lombok pada zaman dahulu sampai hari ini. adapun peninggalan sejarah yang tertulis atau teraksara adalah sebagai berikut:

  1. Prasasti Sapit

Merupakan benda peninggalan sejarah yang berada di wilayah Desa Sapit. Prasasti ini merupakan simbol kekayaan literasi yang dimiliki masyarakat Lombok pada zaman aksara.prasasti ini berbahan dasar batu hitam dan memiliki ukuran dengan panjang 85 cm, tinggi 12 cm dan lebar 30 cm. Setiap bagian prasasti Sapit ini dipenuhi oleh tulisan mengandung pesan yang belum diketahui arti dan maknanya.

  1. Langgar Pusaka

Merupakan salah satu tempat ibadah tertua yang ada di nusantara sebagai bentuk peninggalan sejarah masa lampau yakni ditemukan di desa Sapit. Bangunan ini dulunya merupakan masjid kuno yang digunakan sebagai tempat ibadah seperti sholat jumat, sholat idul fitri dan shalat idul adha. Selain itu, langgar ini juga sering disepakati dan digunakan sebagai tempat untuk acara-acara sakral. Langgar Pusaka ini dipercaya sebagai simbol masuknya Islam ditempat tersebut. di dalam langgar ini kita dapat melihat satu ting utama yang dinamakan tiang guru, yang secara filosofis mengajarkan kepada masyarakat untuk tidak menyekutukan Tuhan (tauhid).

  1. Alquran kuno

Mushaf kuno adalah istilah yang merujuk pada tulisan ayat al-quran yang sudah berumur 50 th lebih dan berbentuk manuskrip. Lembaran kuno ini merupakan karya dari Al-Faqih Al-Salih Afifuddin Abdul Baqri bin Abdullah Al-Admi yang ditulis pada tahun 1585 M. Mushaf kuno di desa Sapit terkenal dengan sebutan mushaf pusaka tertulis pada kertas yang terbuat dari kayu dan berlapiskan kulit unta.

  1. Kentongan dan kepeng tepong

Kentongan terbuat dari bahan dasar logam berbentuk mangkok. Saat ditemukan dalam kentongan tersebut terdapat sepasang gelang kaki, tulang binulang, mainan tradisional anak-anak dan 135 kepeng tepong (uang koin bolong). Selain itu, kondisi kentongan saat ditemukan sebagian sudah termakan tanah. Namun setelah dibersihkan, benda ini berbentuk kuningan, hanya saja bagian pinggirnya sudah mulai menipis.

  1. Arca Dewi Sri

Arca ini ditemukan pada tahun 2007 oleh warga di kawasan tanak gadang dusun Montong Kemong desa Sapit. Arca ini memiliki tinggi 40 cm dan berbahan dasar perunggu. Arca Dewi Sri dalam budaya masyarakat Sampit dijadikan sebagai simbol pertanian, karena keyakinan masyarakat terdahulu bahwa Dewi Sri adalah ibu pertanian.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Kata kunci: Konsultan pariwisata, penelitian pariwisata, kajian pariwisata

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *