Profil Dan Potensi Desa Wisata Bugisan Kabupaten Klaten

Desa Bugisan memiliki lokasi yang sama dan berdekatan dengan Candi Kembar atau Candi Plaosan. Candi Kembar memiliki keunikan tersendiri karena memiliki arsitektur yang berasal dari sejarah masa lampau perpaduan kebudayaan kerajaan Hindu dan Budha. Meskipun belum dikenal luas seperti Candi Prambanan, namun Candi Kembar juga memiliki arsitektur yang otentik. Selain itu, Desa Bugisan juga memiliki beragam potensi yang sangat menarik dari masyarakat di sekitarnya.

Bugisan termasuk ke dalam 50 desa wisata terbaik dalam program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. ADWI merupakan program unggulan Kemenparekraf sebagai penggerak kebangkitan pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pariwisata Indonesia. Saat ini, ADWI telah memasuki tahun kedua. Seperti halnya desa wisata yang lain, destinasi wisata di desa itu telah memenuhi standar penilaian tim juri ADWI 2022 yang terdiri dari tujuh kategori yakni : 1. Daya tarik pengunjung (alam dan buatan, seni dan budaya), 2. Suvenir (kuliner, fesyen, dan kriya), 3. Homestay, 4. Toilet umum, 5. Digital dan kreatif, 6. Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE), dan 7. Kelembagaan Desa. Potensi Desa Bugisan tentu tidak diragukan lagi sebagai desa wisata yang menjadi destinasi bagi para wisatawan. Pengelolaan Desa Bugisan tentu harus terus dikembangkan agar mampu mempertahankan eksistensi budaya yang terdapat di Desa Bugisan. Namun pada kenyataannya, tidak mudah untuk menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Desa Bugisan. Sebagian besar wisatawan hanya tertarik berkunjung ketika ada event perayaan tertentu yang menyajikan berbagai atraksi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Bugisan.

Desa wisata Bugisan memiliki potensi seperti adanya pengelolaan bank sampah, kesenian yang masih dilestarikan (Jathilan, Serandul, Karawitan & Ketoprak), adanya car free day di setiap minggunya, adanya taman bunga, dan juga peninggalan sejarah berupa Candi Plaosan. Ikon Desa Wisata Bugisan ini adalah Candi Plaosan (Candi Kembar), disamping itu dengan adanya Desa Wisata Bugisan ini mampu memberikan wadah untuk para seniman muda yang ingin berkreasi dan menampilkan keahlian mereka di festival Candi Kembar. Dengan adanya hal tersebut menunjukan bahwa adanya kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui desa wisata, dalam hal ini ialah Kelompok Sadar Wisata Bugisan yang telah mampu mengangkat potensi local yang ada ke kancah nasional.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat.

Kata kunci: Konsultan pariwisata, penelitian pariwisata, kajian pariwisata

Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *