Profil & Potensi Desa Wisata Wirun Kabupaten Sukoharjo

desa wisata

Desa Wisata Wirun merupakan suatau daerah atau wilayah pedesaan yang di tempati oleh sejumlah penduduk, dimana desa tersebut terdapat banyak sekali potensi-potensi yang bisa dikembangkan, khususnya dalam hal kerajinan gamelan, kain tenun goyor, wayang kertas, dan genting jawa yang masih terjaga kelestarinnya dari tahun kurang lebih 1930 hingga sekarang. Sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu tempat tujuan wisata, sekaligus melestarikan kebudayaan Indonesai khususnya kebudayaan Jawa.

Desa Wirun merupakan salah satu desa wisata yang paling dikenal di Sukoharjo karena banyaknya potensi wisata yang dimiliki. Desa ini terletak di Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo ini memiliki akses yang mudah untuk dituju dari Kota Solo dan Karanganyar. Berjarak kurang lebih satu kilometer dari Kota Solo, Desa Wirun menjadi lokasi yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal hingga mancanegara.

Salah satu potensi terbesar yang membuat Desa Wirun dikenal secara global adalah pembuatan kerajinan gamelan oleh para warga desa. Desa Wirun disebut sebagai pusat kerajinan gamelan terbesar di dunia karena sering mengekspor ke berbagai wilayah di dalam dan luar negeri. Dari catatan, industri kerajinan gamelan di Desa Wirun sudah muncul sejak tahun 1956, dirintis pertama kali oleh Reso Wiguno. Dorongan kebutuhan ekonomi menjadi latar belakang home industri tersebut berkembang selain juga karena Kecamatan Mojolaban bukanlah sebuah wilayah dengan hasil pertanian yang berlimpah. Selain gamelan, pembuatan kerajinan yang digeluti sebagai mata pencaharian warga setempat adalah kerajinan kain jumputan yang telah diekspor ke luar negeri, kerajinan wayang kertas, kerajinan keris, kerajinan genteng, kerajinan batik kayu, dan budidaya tanaman bonsai.

Suguhan kesenian lokal seperti kethoprak, jathilan, dan karawitan menjadi daya tarik tersendiri untuk menyambut para turis asing yang berwisata ke Desa Wirun. Para wisatawan yang didominasi warga negara Belanda biasanya datang untuk menetap selama satu hingga dua hari untuk belajar tentang pembuatan kerajinan seperti gamelan dan wayang di rumah-rumah penduduk. Karena lokasinya yang relatif cukup jauh dari kawasan kota Solo, rumah penduduk setempat pun banyak yang disewakan bagi warga asing dan wisatawan lokal pada masa-masa ramai kunjungan wisatawan.

Kami selaku konsultan pariwisata mengucapkan terimakasih kepada Instansi terkait atas kepercayaan dan kerjasamanya. Demikian artikel penelitian pariwisata ini disusun, semoga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam pembangunan pariwisata setempat. Untuk informasi mengenai penelitian pariwisata, berupa kajian atau pendampingan lebih lanjut dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *