Rintisan Kelurahan Budaya Sorosutan, Profil dan Potensinya

Kelurahan Sorosutan memiliki luas wilayah lebih kurang 1,68 Km2 yang terbentuk dari 2 eks Rukun Kampung (RK), yaitu RK Nitikan dan RK Sorosutan, dan dari pembentukan Kelurahan 2 eks RK digabung dan dibagi menjadi 18 Rukun Warga (RW) dan 70 Rukun Tetangga (RT) dengan jumlah penduduk 15.397 jiwa dengan Kepala Keluarga (KK) sejumlah. Batas wilayah Kelurahan Sorosutan berbatasan dengan bebearapa wilayah antara lain sebagai berikut :

Utara                             : Kelurahan Wirogunan Dan Kelurahan Pandeyan

Selatan                           : Kelurahan Tamanan Banguntapan Bantul

Barat                              : Kelurahan Brontokusuman

Timur                             : Kelurahan Giwangan

Kegiatan upacara adat dan tradisi yang ada di Kelurahan Sorosutan antara lain kenduri kampung merupakan tradisi yang di pelopori Kampung Sorogenen RW 09 Sorosutan Di Motori Tokoh Masyarakat Bp.Waldini Dari Kelompok Seni Ngesthi Raras, merti kampong merupakan kegiatan yang di selenggarakan Oleh Kelompok Seni Treno Budoyo Di Kampung Nalen pada tanggal 1 Syuro, mubeng kampong merupakan kegiatan ini di selenggarakan oleh warga RT Kampung Jetis Sorosutan pada malam, Merti Kali Kegiatan ini di selenggarakan oleh warga RW 16 Kampung Plumpung Rejo Sorosutan setiap 1 Tahun sekali, dan budaya religi yang masih dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kemudian kesenian yang ada di Kelurahan Sorosutan antara lain Organ Tunggal Swara Nada Bunga Arum, Campursari Purnakawan, Seni Sastra Paguyuban Sastrawan Mataram, Tari Sanggar Bocah Polah, Bregada Sorosupat, Mocopat Ngesti Raras, Karawitan Cipto Rini, Jathilan Anak Soromudo, Angklung Puspa Melody, dan Sendratari Sanggar Beksa Wiraga Satria. Adapun warisan cagar budaya yang ada di Kelurahan Sorosutan antara lain Masjid Sulthonain, Pendopo Budoyo, Makam Raden Ronggo, Makam Patih Singoranu dan Watu Dakon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *